DetikNews
Sabtu 03 Juni 2017, 10:58 WIB

Resmikan SMA di Malang, Jokowi: SDM Kita Harus Mampu Bersaing

Ray Jordan - detikNews
Resmikan SMA di Malang, Jokowi: SDM Kita Harus Mampu Bersaing Foto: Ray Jordan/detikcom
Malang - Presiden Joko Widodo meresmikan SMA Taruna Nala, Malang, Jawa Timur. Dalam peresmian itu, Jokowi menyampaikan pesan agar SDM usia produktif disiapkan dengan baik supaya bisa bersaing dengan negara lain.

Jokowi mengatakan pada tahun 2030 ke atas, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Sebesar 60 persen di antaranya berusia produktif yang dinilai sebagai sebuah keuntungan.

Presiden Jokowi meresmikan SMA Taruna Nala, Malang, Jawa Timur.Presiden Jokowi meresmikan SMA Taruna Nala, Malang, Jawa Timur. (Ray Jordan/detikcom)

"Ini sangat bagus sekali bagi Indonesia dibanding negara lain yang tak memiliki keuntungan seperti itu. Ada usia-usia produktif yang sangat banyak, tetapi kalau usia produktif itu tidak disiapkan sekarang, itu justru akan menjadi sebuah beban negara karena kesalahan kita tak menyiapkan anak-anak kita bersaing dengan negara lain," ujar Jokowi di SMA Negeri Taruna Nala, Malang, Jawa Timur, Sabtu (3/6/2017).

Presiden Jokowi berpesan agar SMA Taruna Malang mampu mencetak SDM usia produktif dengan baik.Presiden Jokowi berpesan agar SMA Taruna Nala, Malang, mampu mencetak SDM usia produktif dengan baik. (Ray Jordan/detikcom)

Karena itu, Jokowi mengingatkan kepada semua pihak agar menyiapkan SDM usia produktif dengan baik. "SDM ke depan memiliki peranan penting bagi negara kita. Saya bangga sekali yang dimotori Pak Gubernur dan TNI AL, diberi dukungan dari daerah, Malang, pada pagi hari ini bisa kita lihat SMA Negeri Taruna Nala. Yang kita harapkan bisa mengeluarkan, memproduksi, mempunyai keunggulan-keunggulan SDM," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan perubahan dunia saat ini sangat cepat sekali. Negara lain bahkan sudah membahas soal pengelolaan ruang angkasa (space-X) dan memindahkan orang banyak dengan cepat (hyperloop).

"Inilah yang harus kita kejar. Negara lain kalau dulu ada PayPall sekarang ada AliPay, pembayaran bukan dengan cash, credit card, tetapi membayar sesuatu di mana-mana dengan smartphone yang kita punyai," katanya.


Dengan begitu, Presiden Jokowi berharap RI dapat mengejar ketertinggalan.Presiden Jokowi berharap RI dapat mengatasi ketertinggalan. (Ray Jordan/detikcom)

Jokowi mengatakan perubahan-perubahan tersebut harus segara dikejar. Indonesia juga harus memperbaiki kesalahan yang membuat tertinggal dari negara lain.

"Kita harus mengejar, memperbaiki, di mana kita tertinggal. Jangan sampai kita justru terjebak pada persoalan-persoalan yang sekarang ini kita lihat saling menjelekkan, saling menghujat, terutama di media sosial, saling menyalahkan, memfitnah, membuat berita-berita hoax, di media sosial. Ini ada hal-hal yang tidak produktif, hal-hal yang tak memiliki kontribusi pada negara ini," katanya.

"Kita ingin semua energi bangsa ini pada optimisme, energi positif, hal-hal positif, pikiran-pikiran positif, bukan pada hal-hal yang justru memecah kita, membuat kita saling menyalahkan satu dan lain. Sehingga lupa bahwa kita harus berkompetisi, menyiapkan SDM-SDM," tambahnya.

Selain itu, Jokowi menyinggung soal PT PAL yang memproduksi alutsista yang didirikan pada tahun 1972. Perusahaan ini bersaing dengan perusahaan sejenis asal Korea Selatan yang dibangun pada tahun 1973.

"Sama-sama dimulai, tetapi di sana (Korea Selatan) sudah membuat kapal selam, kita belum. Kita beli dan pesan di sana. Kenapa kita mulai lebih awal, mereka sudah, kita belum. Pasti harus ada yang harus kita perbaiki. Hal-hal inilah yang perlu kita ingatkan. Sekali lagi, energi kita habis untuk hal-hal yang tidak perlu," jelas Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi berpesan kepada para pendidik agar siswa SMA Taruna Nala betul-betul dibina, ditempa, agar menjadi SDM yang produktif, kebanggaan bangsa.

"Bukan hanya diisi otaknya, namun jiwa dan kegigihan semangatnya dan ini saya lihat di SMA Negeri Taruna Nala ini akan muncul siswa-siswa unggul seperti itu," katanya.

"Betul-betul siapkan mereka dari awal untuk dunia nyata, dunia kompetisi, persaingan. Siapkan mereka untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi di universitas terkemuka di seluruh Tanah Air. Siapkan mereka dari awal agar memiliki cita-cita untuk membangun negeri ini saat mereka dewasa," tambahnya.
(rjo/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed