DetikNews
Jumat 02 Juni 2017, 19:33 WIB

Pesan Afi dan Gloria ke Generasi Milenial untuk Jaga Pancasila

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Pesan Afi dan Gloria ke Generasi Milenial untuk Jaga Pancasila Foto: Gloria (baju merah) dan Afi (berhijab) di Diskusi soal Pancasila bersama PSI. (Cici Marliana/detikcom).
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengundang dua generasi muda yang menjadi inspirasi dalam diskusi dengan tema 'Apa Kata Milineal tentang Pancasila'. Dua pembicara tersebut ialah penulis muda, Afi Nihaya Faradisa dan Paskibraka tahun 2016, Gloria Natapradja Hamel.

Di acara tersebut, Gloria mengatakan sangat menjunjung tinggi dan mendukung Pancasila. Gadis berusia 17 tahun ini mengajak masyarakat Indonesia untuk mendukung Pancasila sebagai ideologi negara.

"Saya sangat menjunjung tinggi, respek untuk mendukung Pancasila. Kalau tidak ada Pancasila nyawa kalian kemana, kalian bagus tapi kalian nggak bisa bagus sendiri," kata Gloria di kantor DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim nomor 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).

Pesan Afi dan Gloria ke Generasi Milenial untuk Jaga PancasilaFoto: Gloria Natapradja Hamel. (Cici Marliana/detikcom)

"Kalian memang bisa memimpin negara ini sendirian?, kalian pintar tahu apa yang kalian lakukan, kalian spesial kalau kalian sadar nggak bisa bertahan sendiri," imbuhnya.

Gloria yang namanya sempat menjadi perbincangan karena masalah kewarganegaraan ketika menjadi Paskibraka 2016 itu meminta generasi milenial untuk mengajak teman, saudara, bahkan pihak yang dibuli agar tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

"Kalau 1 orang bisa mempengaruhi 1000 orang, itu baru (bagus)," kata Gloria.

Sedangkan Afi, gadis berusia 18 tahun yang terkenal karena tulisannya di media Facebook dan Instagram, mengatakan jangan tunggu Indonesia rusak baru menyesal. Dia mengajak untuk memperbaiki dahulu diri sendiri agar tidak sibuk mengomentari urusan orang lain.

Pesan Afi dan Gloria ke Generasi Milenial untuk Jaga PancasilaFoto: Afi Nihaya Faradisa. (Cici Marliana/detikcom).

"Jangan tunggu sampai 100 tahun lagi Indonesia rusak baru menyesal, saya anak 18 tahun, saya tidak tahu apa-apa, tapi saya ingin berkontribusi untuk negara ini," ucap Afi pada kesempatan yang sama.

Afi yang masih duduk di bangku SMA tersebut mengaku bahkan pernah diancam dibunuh. Meski merasa takut, dia tetap berusaha tegar.

"Saya tiap hari menerima pesan negatif, sampai saya tidak bisa buka satu per satu, tapi saya melakukan itu tulus, saya di-bully," aku Afi.

"Kalau kita nggak bisa memperbaiki orang lain, ayo kita perbaiki diri sendiri maka kita akan maju bersama-sama, bukan malah sibuk mengomentari orang," tambahnya.
(cim/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed