"Karena keinginan mereka tidak ingin menjadi musuh masyarakat. Sehingga mereka berkeinginan berubah. Kita akan ubah geng ini yang notabene hura-hura jadi kelompok yang mungkin akan ada di musala atau di masjid," kata Kapolsek Makasar Kompol Nurdin AR di Mapolsek Makasar, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Jumat (2/6/2017).
Polsek Makassar, Jakarta Timur, buka puasa bersama geng motor. Foto: Ibnu/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kumpulkan kemarin di rumah Bu RT. Lanjut mereka (geng Baster) ini sangat kooperatif dengan saya. Wujudnya tadi mereka memberikan baju geng baster ya sekalian kita buka bersama," tutur Nurdin.
Polsek Makassar, Jakarta Timur, buka puasa bersama geng motor. Foto: Ibnu/detikcom |
Nurdin menyebut geng motor ini sebenarnya awalnya baik, hanya sekadar anak muda yang sering kumpul di gang kampung. Namun, menurut Nurdin, melihat dinamika hiruk-pikuk geng motor di Jakarta saat ini bisa saja mereka jadi korban dari geng motor lain.
"Saya sudah sampaikan, melihat apa yang terjadi akhir-akhir bisa saja mereka menjadi korban. Walau awal tujuan mereka ini baik, mereka belum ini belum melakukan apa-apa hanya berkumpul di gang," tambah Nurdin.
Nurdin menegaskan jika memang ada geng motor yang berbuat anarkis akan di proses hukum dengan tegas. Dalam acara tersebut juga dilakukan secara simbolis pembakaran kaos dari para anggota geng motor 'Baster' Pinang Ranti. (ibh/idh)












































Polsek Makassar, Jakarta Timur, buka puasa bersama geng motor. Foto: Ibnu/detikcom
Polsek Makassar, Jakarta Timur, buka puasa bersama geng motor. Foto: Ibnu/detikcom