Gerakan tersebut diresmikan hari ini, Jumat (2/6/2017). Gerakan pertama dilakukan di Masjid Al-Khusuf Balai Kota Semarang dan serempak dilakukan oleh 177 masjid lainnya di Kota Semarang.
Hendrar mengatakan, gerakan Jarik Masjid telah berjalan pada hampir 200 masjid dan musala di Kota Semarang. Wali kota yang akrab disapa Hendi ini pun optimis jika gerakan ini dapat terus berjalan rutin, apalagi saat ini bulan puasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendi berharap gerakan Jarik Masjid ini dapat memantik semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Penerima Rekor Muri Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Terbanyak ini juga menambahkan, gerakan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi masyarakat untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.
"Di Kota Semarang setidaknya dalam catatan kami ada 1.186 masjid dan 1.966 musala yang harapannya tentu saja semua dapat menjalankannya. Namun Jarik Masjid yakni gerakan, faktor paling mendukungnya yakni partisipasi masyarakat," kata Hendi yang optimistis gerakan ini dapat terus berjalan.
Hendi mendorong daerah-daerah lain di Indonesia untuk menginisiasi gerakan serupa. Hal ini demi memakmurkan masjid dan musala masing-masing.
Hendi juga mengajak masyarakat melakukan gerakan tersebut dengan melalui akun Instagramnya yaitu @HendrarPrihadi. Dia memposting poster Gerakan Jarik Masjid.
"Mulai Jumat kita mulai gerakan #JarikMasjid (Jumat Reresik Masjid). Target Pemkot Semarang selama bulan Ramadan ada 708 masjid/musala di kota Semarang yang dibersihkan secara gotong royong. Mari ikut dalam gerakan perubahan ini dengan menginisiasi gerakan serupa di masjid/musala di sekitarmu! #BergerakBersama," tulis Hendrar dalam caption fotonya.
Masjid Al-Khusuf di Balaikota Semarang menjadi salah satu masjid yang menjalankan gerakan Jarik Masjid tersebut. Seluruh pejabat serta karyawan di lingkungan pemerintah Kota Semarang pun tampak antusias bergotong-royong membersihkan masjid tersebut.
Mulai dari membersihkan debu di langit-langit masjid hingga karpet masjid dibersihkan tanpa canggung. Kusuma, salah satu karyawan di lingkungan pemerintah Kota Semarang yang terlibat dalam gerakan Jarik Masjid tersebut mengaku mendukung sepenuhnya gerakan itu.
"Sangat mendukung, apalagi ini kan di bulan Ramadan," tutur Kusuma.
Selain Masjid Al-Khusuf di Balaikota Semarang, masjid yang juga menjalankan gerakan bersih-bersih ini yakni Masjid Nurul Huda di Kelurahan Kedungpane, Masjid Nurul Fatah di Kelurahan Jatibarang, Masjid Al Karim di Kelurahan Wonolopo, Masjid Baitul Istiqomah di Kelurahan Bubakan, dan Masjid Nurul Yaqin di Kelurahan Purwosari. (alg/nwy)










































