Cegah ISIS Marawi Masuk RI, TNI AU Kerahkan Pesawat Pengintai

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 02 Jun 2017 14:17 WIB
TNI AU kerahkan pesawat intai cegah ISIS di Filipina masuk ke Indonesia. Foto: Ibnu/detikcom
Jakarta - Tak hanya TNI AL saja yang menggelar operasi mencegah pasukan ISIS di Filipina masuk ke Indonesia. TNI AU pun melakukan patroli maritim dengan mengoperasikan pesawat pengintai di sekitar perairan Manado.

"Dalam rangka mengantisipasi pergerakan anggota ISIS dari daerah Marawi, Filipina, ke Indonesia. Melalui Perairan Utara Manado," ungkap Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (2/6/2017).

Wilayah Sulawesi Utara merupakan perbatasan terdekat Indonesia dengan wilayah Marawi, Filipina. Pesawat pengintai yang melaksanakan patroli maritim, kata Jemi, merupakan milik Skadron Udara 5 Lanud Hasanuddin, Makassar.

"Sementara hanya menggunakan satu pesawat Boeing 737 intai. Melaksanakan patroli maritim," ucapnya.

Patroli maritim ini merupakan operasi pengamatan dan pengawasan. Pesawat intai milik TNI AU tersebut berpatroli di wilayah udara perairan utara Manado-Marai. Patroli ini pun bekerja sama dengan TNI AL yang juga menggelar operasi.

"Untuk kegiatan pengintaian tentunya kerjasama dengan laut di wilayahnya," tutur Jemi.


"Kalau TNI AU melihat ada kapal yang mencurigakan di luar dari jadwal reguler pasti diinfokan ke TNI AL. TNI AU tahu ada jadwal kapal reguler dari TNI AL," imbuh dia.

Seperti diketahui, Filipina saat ini berada dalam status darurat militer menyusul aksi teror di wilayah Marawi. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berkomitmen mencegah pasukan ISIS yang berada di Filipina masuk ke Indonesia.

TNI sudah melakukan operasi laut mulai dari Halmahera Utara, kemudia Rote, Sangir, Marore, sampai ke laut Sulawesi. Bahkan TNI juga melibatkan para nelayan untuk berperan aktif mencegah masuknya ISIS ke tanah air.

"(Pasukan) banyak, termasuk kapal laut dan lain sebagainya. Kami juga mengkoordinasi nelayan-nelayan dengan angkatan laut untuk bersama-sama di sepanjang pesisir pantai menjadi intelijen di sana," kata Gatot, Kamis (1/6). (elz/erd)