"Tentunya keputusan itu tidak sejalan dengan komitmen internasional mengenai dampak negatif perubahan iklim di dunia," ujar Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir (Tata) di kantor Kemenlu, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).
Tata menyatakan, Indonesia meyakini bahwa perubahan iklim adalah sebuah tantangan yang dihadapi secara global. Oleh karena itu, penanganan nya pun membutuhkan kerja sama dari semua pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump menyebut keputusannya menarik diri dari paris agreement didasari pada keinginan untuk tidak merugikan dunia usaha dan pekerja AS. Meskipun cukup kecewa atas keputusan tersebut, Tata memastikan posisi Indonesia tetap berkomitmen menjadi bagian dari solusi perubahan iklim dunia.
"Indonesia tetap berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi mengatasi perubahan iklim yang saat ini kita rasakan bersama," tegasnya.
Seperti diketahui, Trump menyatakan AS akan menarik diri dari kesepakatan Paris soal perubahan iklim. Keputusannya ini memicu kecaman global juga kritikan di dalam negeri.
Dia menegaskan, AS akan berhenti menerapkan kesepakatan yang telah ditandatangani 195 negara itu, yang disebutnya sebagai 'kesepakatan buruk'. Trump berulang kali menyebut kesepakatan yang ditandatangani pada era Presiden Barack Obama itu, sebagai kesepakatan yang tidak 'menempatkan Amerika sebagai yang terutama' dan terlalu lunak terhadap rival ekonomi AS seperti China, India juga Eropa.
"Saya tidak bisa, sesuai hati nurani, mendukung kesepakatan yang menghukum Amerika Serikat," sebut Trump seperti dilansir AFP, Jumat (2/7). (hld/elz)











































