detikNews
Kamis 01 Juni 2017, 20:02 WIB

Polri: Persekusi Melanggar Hukum, Bisa Dipidana

Mei Amelia R - detikNews
Polri: Persekusi Melanggar Hukum, Bisa Dipidana Foto: Kombes Awi Setiono (Dony-detikcom)
Jakarta - Polri menyatakan persekusi merupakan perbuatan melanggar hukum. Masyarakat diimbau untuk melapor ke polisi dan tidak main hakim sendiri.

Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono menerangkan, persekusi merupakan perburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sekelompok orang yang mem-posting sesuatu melalui medsos. Postingan itu dengan maksud untuk dipersusah, diintimidasi, atau ditumpas oleh sekelompok orang yang memiliki pandangan berbeda dengan kelompok tersebut terhadap konten yang telah di postingnya.

Kata Awi, pihak yang memposting dapat dikenakan Pasal 27 ayat 3 UU ITE jika kontennya memiliki unsur fitnah dan pencemaran nama baik seseorang. Jika kontennya dapat menyebabkan rasa permusuhan dan kebencian yang mengandung unsur SARA, maka melanggar pasal 28 ayat 2 UU ITE.

"Terhadap pelaku atau kelompok yang melakukan persekusi maka dapat dikenakan pasal-pasal dalam KUHP seperti pengancaman pasal 368, penganiayaan 351, pengeroyokan 170 dan lain-lain," kata Awi dalam keterangannya, Kamis (1/6/2017).

Karena itu jika menemukan suatu postingan di Medsos, kata Awi, masyarakat diminta melapor ke polisi untuk dilakukan tindakan preventif maupun penagakan hukum.

"Tidak melakukan tindakan persekusi karena perbuatan tersebut dapat dipidana," ujarnya.
(mei/idh)
fpi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com