Petisi kebangsaan itu dibuat oleh kelompok dokter yang menamakan dirinya Dokter Bhineka Tunggal Ika (DBTI). Ide dari petisi ini disebut sebagai gerakan moral dokter dan dokter gigi Indonesia. Deklarasi disampaikan oleh beberapa perwakilan DBTI.
"DBTI adalah suatu gerakan moral di kalangan dokter dan dokter gigi untuk merespon situasi terkini yang menimpa bangsa," jelas salah satu juru bicara DBTI, Prof. Dr. Wimpie Pangkahila dalam acara pendeklarasian Petisi Kebangsaan di Gedung Stovia, Jl Abdul Rachman Saleh No 26, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).
Menurut dr Wimpie, lokasi acara sengaja dipilih karena Gedung Stovia merupakan sekolah dokter pada masa zaman Belanda. Deklarasi pun sengaja dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk meneguhkan kembali peran penting para dokter sejak awal berdirinya Indonesia, DBTI melakukan gerakan ini. Petisi yang dibuat kelompok dokter tersebut menuntut kepada pemimpin bangsa untuk memegang empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, sekaligus menjaga kepemimpinan yang sah berdasarkan konstitusi.
"Apa yang kurang dari pengamalan pancasila? Seperti salah satu isi Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa, tapi bagaimana kita mengamalkan ajaran agama kita masing-masing, itu yang kurang," ucap Wimpie.
Foto: Dokter Bhineka Tunggal Ika deklrasikan Petisi Kebangsaan. (Reny Anggraini/detikcom). |
"Bagaimana agama mengajarkan kita untuk berbagi sesama manusia, begitu juga dengan sila-sila yang lain," sambungnya.
Di hari lahir Pancasila, DBTI berharap peringatan bukan hanya sekedar slogan. Seluruh warga Indonesia diharapkan menerapkan seluruh nilai-nilai Pancasila.
"Ini suatu gerakan moral, bukan organisasi, gerakan moral itu kapan saja bisa timbul, ketika kondisi negara menurut kami sedang rawan, sedang berbahaya, gerakan moral muncul di situ untuk menyelamatkan bangsa dan negara ini," tutur Wimpie.
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila ini, slogan 'Saya Indonesia, Saya Pancasila' menjadi viral. Padahal secara nyata, kata Wimpie, penerapan masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila masih belum maksimal.
"Pancasila sendiri dirasa belum efektif pengamalannya, sehingga perlu diingatkan terus tentang nilai nilai pancasila. Apa yang dilakukan saat ini adalah untuk memperjuangkan nilai nilai kebangsaan," urai dia.
"Setiap insan di Republik ini memiliki rasa kemanusiaan yang tidak memandang etnis, agama dan keyakinan. Seharusnya penghargaan terhadap kemanusiaan mendapat tempat tertinggi," tutup Wimpie. (elz/imk)












































Foto: Dokter Bhineka Tunggal Ika deklrasikan Petisi Kebangsaan. (Reny Anggraini/detikcom).