Upacara digelar di sebuah lapangan di Jalan Abepura- Sentani, Kampung Harapan, Jayapura, Kamis (1/6/2017). Para kepala suku yang hadir datang dari berbagai kabupaten, Papua.
Tidak ada pembacaan butir-butir Pancasila maupun menyanyikan lagu 'Indonesia Raya dalam upacara itu. Bendera merah putih tidak diikatkan di tiang seperti umumnya upacara, tapi diikatkan pada sepotong kayu dan dipegang salah seorang peserta. Ketua Barisan Merah Putih, Ramses Ohee yang juga Ondofolo Waena, Abepura, bertindak sebagai inspektur upacara.
Usai upacara, para peserta kemudian melakukan bakar batu sebagaimana adat Papua. Staf Khusus Presiden Jokowi, Lenis Kogoya yang juga Ketua Lembaga Adat (LMA) Papua juga hadir dalam upacara itu.
"Kita melaksanakan upacara Hari Lahirnya Pancasila ini dengan para kepala suku dan mama-mama Papua serta pemuda, agar masyarakat Papua bisa mencintai Indonesia dan lebih menghargai arti Pancasila," ujar Lenis Kogoya di Jayapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Papua. Foto: Wilpret Siagian/detikcom |
Lenis mengatakan, dengan kondisi politik Indonesia saat ini, di mana ada riak-riak perpecahan bangsa, maka sebagai generasi penerus wajib mempertahankan keutuhan dan kesatuan NKRI dari Sabang sampai Merauke.
"Sebagai kepala suku, saya siap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Siapa yang mengganggu kesatuan NKRI di Tanah Papua harus berhadapan dengan kepala suku," kata Lenis Kogoya.
Lenis mengatakan, tidak hanya di Papua, di daerah lain di Indonesia juga jika ada kelompok-kelompok yang mengancam kesatuan NKRI dan ingin mengubah dasar negara maka akan dilawan bersama-sama.
"Pancasila hanya ada satu, tidak ada dua. Apapun alasannya Pancasila sebagai dasar negara yang sudah disepakati bersama bangsa ini harus tetap utuh," pungkasnya. (idh/imk)












































Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Papua. Foto: Wilpret Siagian/detikcom