"Sampai pukul 09.06.27 WIB hari ini, terjadi 189 gempa susulan di Poso," kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Kamis (1/6/2017).
Gempa susulan itu terjadi dengan magnitudo yang bervariasi. Gempa susulan dengan kekuatan signifikan dan menimbulkan guncangan cukup kuat tercatat terjadi sebanyak tiga kali dengan kekuatan M 4,4 hingga M 4,9.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analisis peluruhan gempa bumi susulan yang dilakukan BMKG didasari data yang ada, lanjut Daryono, gempa susulan di Poso diperkirakan akan berakhir sekitar 14 hari pascagempa bumi utama. Berdasarkan data magnitudo yang ada, tampak sangat kecil peluang terjadi gempa susulan dengan kekuatan besar.
"Aktivitas gempa susulan merupakan fenomena wajar pascagempa kuat. Sebab, setelah terjadi patahan besar, batuan perlu proses stabilisasi gaya tektonik agar tercipta kondisi setimbang," ucapnya.
Selain itu, menurut Daryono, gempa susulan sebaiknya terjadi agar sisa-sisa tegangan yang masih tersimpan dalam batuan kerak bumi terlepaskan semua hingga habis, hingga gempa susulan berakhir.
"Untuk itu, kepada warga Poso dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan tidak perlu takut, serta tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tuturnya. (idh/dnu)











































