"Saya kalau berbicara soal waktu ini, bukan tidak cinta kepada tim Anda (Densus 88). Kalau kita bicara, begini, kita ingin UU ini benar-benar komprehensif, jadi Anda harus kita uji dengan hal sulit," kata Aboebakar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5/2017). Wakil Kepala Densus 88 Brigjen (Pol) Eddy Hartono hadir dalam rapat ini.
Aboebakar lalu melanjutkan pandangannya. Menurutnya, semua pihak harus didengarkan agar Undang-Undang Terorisme nanti tak bermasalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aboebakar menyinggung pandangan sebagian masyarakat yang suka mengait-ngaitkan seseorang dengan ISIS.
"Ini kan salah-salah nih, identik PKS ISIS lagi ah! Nggak asyik. Kita nih ya Allah, darah merah kita merah putih, Pak," tutur pria yang akrab disapa Habib ini, yang disambut tawa seisi ruangan.
Dalam rapat tersebut, pemerintah ingin masa penangkapan terduga teroris ditahan selama 14 hari dengan opsi tambahan 14 hari lagi jika dianggap tak cukup. DPR berbeda pandangan dengan pemerintah sehingga perdebatan tak terelakkan. (gbr/tor)










































