Dijadikan 'Penipu' Minta Pulsa, Anggota DPR Curhat ke Menkominfo

Dijadikan 'Penipu' Minta Pulsa, Anggota DPR Curhat ke Menkominfo

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Rabu, 31 Mei 2017 19:45 WIB
Dijadikan Penipu Minta Pulsa, Anggota DPR Curhat ke Menkominfo
Rapat Komisi I DPR dengan Menkominfo (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Saat rapat kerja (raker) dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra 'curhat' karena menjadi korban kejahatan media sosial. Dia dijadikan 'pelaku' kasus penipuan minta pulsa. Seperti apa ceritanya?

Supiadin awalnya bercerita soal akun-akun Facebook bodong yang berseliweran di jagat media sosial. Dia lalu meminta Rudi bekerja sama dengan pihak Facebook soal mekanisme pendaftaran akun baru, di mana pendaftar harus melampirkan KTP agar tak ada lagi ada penipuan.

"Sehingga waktu dia mendaftar tidak sesuai KTP, sistem menolak. Penipuan itu di situ, Pak. Begitu terjadi penipuan, langsung ter-detect KTP. Sekarang banyak pakai nama, Abdul, Hindun, tapi KTP-nya tidak," kata Supiadin di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Rudi menjelaskan soal akun Facebook palsu yang bertebaran itu. Namun penjelasan Rudi dianggap Supiadin tak tepat. Dia kemudian mencurahkan isi hatinya yang merasa dijadikan pelaku penipuan di internet.

Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries SaputraAnggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra (Andhika Prasetia/detikcom)

"Ini tidak, jadi foto saya, foto profile (Facebook) itu, semua (dipakai). Tapi namanya dia ganti, Saputra, 'T'-nya jadi dobel, tapi fotonya foto saya," ujar Supiadin.

"Cuma celakanya, dia baru levelnya minta pulsa. Masak level saya minta pulsa Rp 200 ribu? Mungkin yang nipu kelasnya kelas rakyat saya di Garut mungkin, Pak," tuturnya.

Seisi ruangan pun tertawa mendengar hal tersebut. Rudi lantas hanya menjawab singkat curhatan Supiadin.

Menkominfo rapat dengan Komisi I DPRMenkominfo mengikuti rapat dengan Komisi I DPR. (Lamhot Aritonang/detikcom)

"Baik Pak, nanti kami catat," ujar Chef RA, sapaan akrab Rudi.

Anggota Komisi I lainnya lalu menimpali. "Saya minta dibikin tim investigasi kasus Pak Supiadin ini," kata salah seorang anggota.

"Saya catat Pak," jawab Rudi kembali. (gbr/dkp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads