6 Pengemis dan 2 Orang Gila Terjaring Razia Satpol PP Cilegon

6 Pengemis dan 2 Orang Gila Terjaring Razia Satpol PP Cilegon

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 31 Mei 2017 19:27 WIB
6 Pengemis dan 2 Orang Gila Terjaring Razia Satpol PP Cilegon
Satpol PP Cilegon menggelar razia di jalan protokol, Rabu, 31 Mei 2017. Enam Pengemis dan 2 orang gila diangkut. (Muhammad Iqbal/detikcom)
Cilegon - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial Kota Cilegon menggelar razia gelandangan dan pengemis (gepeng). Petugas melakukan penyisiran di setiap JPO yang biasa dijadikan tempat mangkal para pengemis.

Anak jalanan (anjal) dan orang dengan gangguan jiwa pun ikut dirazia. Razia itu dilakukan di jalan protokol Kota Cilegon. Tujuannya, Satpol PP dan Dinsos Kota Cilegon berharap Ramadan tidak diwarnai permasalahan sosial para pengemis yang semakin menjamur.

"Jadi kita razia dikhususkan untuk jalan protokol dalam rangka kegiatan rutin penanganan PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial), hanya saja kebetulan ini bulan Ramadan sekaligus kita supaya kondusif, kita khususnya umat Islam melaksanakan saum (puasa) di bulan Ramadan," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Cilegon Mamat Slamet kepada wartawan di Cilegon, Rabu (31/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya, tidak terganggu dengan hal-hal permasalahan sosial di jalanan," ucap Mamat.
6 Pengemis dan 2 Orang Gila Terjaring Razia Satpol PP CilegonFoto: Muhammad Iqbal/detikcom

Beberapa pengemis dan pengidap gangguan jiwa pun digelandang Satpol PP. Nantinya, para gepeng dan anjal itu dibawa ke rumah singgah milik Dinas Sosial untuk diidentifikasi.

"Yang ditangkap diidentifikasi dulu, diklarifikasi mana yang masuk golongan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), mana yang masuk gepeng, mana yang masuk anjal," kata dia.

Setelah dilakukan proses identifikasi, petugas Dinas Sosial kemudian mengklasifikasikan mana yang merupakan anak jalanan dan gelandangan. Jika yang ditangkap adalah orang dengan gangguan jiwa, petugas akan membawanya ke yayasan khusus penanganan orang gila di Serang.

"Setelah itu, kita adakan pembinaan untuk gepeng dan anak jalanan. Kalau untuk ODGJ, kita bawa ke yayasan Sawah Luhur di Kasemen," tuturnya. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads