Tahanan Narkoba Ini Mantap Jadi Mualaf

Tahanan Narkoba Ini Mantap Jadi Mualaf

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 31 Mei 2017 19:22 WIB
Tahanan Narkoba Ini Mantap Jadi Mualaf
Musriyadi alias Cinkiong, tahanan narkoba, mengucapkan syahadat di musala Polres Meranti, Rabu, 31 Mei 2017. (Dok Polres Kepulauan Meranti)
Pekanbaru - Seorang tahanan di Mapolres Meranti, Riau, menyatakan diri masuk Islam (mualaf) saat Ramadan ini. Dia masuk Islam dengan penuh kesadaran.

Musriyadi alias Cinkiong mengucapkan syahadat di musala Polres Meranti, Rabu (31/5/2017), tanda dirinya masuk Islam. Pengucapan syahadat ini dipandu Ustaz Fauzi dengan disaksikan sejumlah anggota Polres Meranti.

"Tahanan kita, Musriyadi alias Cinkiong, masuk Islam atas kesadarannya sendiri. Ketepatan momennya saat di bulan suci Ramadan," kata Kapolres Meranti AKBP Barliansyah.
Tahanan Narkoba Mantap Jadi Mualaf Foto: Dok Polres Kepulauan Meranti

Sebelum proses pengucapan syahadat, kata Barliansyah, terlebih dahulu Ustaz Fauzi memberikan ceramah singkat tentang Islam. Misalnya sang ustaz memberikan pemahaman tentang Rukun Imam dan Rukun Islam untuk melaksanakan salat 5 kali sehari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah Cinkiong mengucapkan syahadat, kata Barliansyah, selanjutnya dilakukan proses khitan di klinik Polres Meranti. "Semua proses berjalan aman dan lancar," ucap Barliansyah.

Cinkiong adalah pria kelahiran Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Meranti, pada 12 Juni 1979, yang sebelumnya beragama Buddha.

Ayah dua anak ini untuk kedua kalinya berurusan dengan pihak kepolisian dalam kasus yang sama, yakni narkoba.
Tahanan Narkoba Mantap Jadi Mualaf Foto: Dok Polres Kepulauan Meranti

Masuk tahanan bertepatan saat Ramadan, sejumlah kawan-kawan di selnya selalu melaksanakan salat dan mengaji bersama. Melihat keseharian rekan satu selnya, Cinkiong akhirnya memantapkan hati memeluk Islam.

"Tidak ada paksaan dari mana pun selain dari hati nuraninya sendiri. Dalam catatan kita, sejak Polres ini berdiri 2013, sudah ada 4 tahanan yang menjadi mualaf," tutur Barliansyah. Dua tahanan yang menjadi mualaf sebelumnya terjadi pada era Kapolres AKBP Pandra Arsyad. (cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads