"Ancaman ada banyak. Nomor satu tetap terorisme, ini menjadi antisipasi utama," ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/5/2017).
Mengenai aksi perampokan, Setyo menjabarkan bahwa target-target pelaku biasanya toko perhiasan, nasabah bank serta kendaraan bermotor. Setyo menegaskan pengamanan selama Ramadan menjadi atensi Operasi Ramadniya 2017.
"Kemudian yang kedua kemungkinan nanti akan terjadi pencurian dengan kekerasan termasuk perampokan toko mas, perampokan nasabah bank, pencurian kendaraan bermotor ini yang jadi atensi dalam Operasi Ramadniya," sambung dia.
Setyo menambahan, Kapolri sudah dengan tegas melarang kegiatan sweeping yang dilakukan oleh ormas. Dia mengimbau ormas untuk tak melangkahi kewenangan aparat.
"Yang ketiga sweeping ormas, ini sudah disampaikan oleh pimpinan tidak boleh dilakukan oleh ormas karena ormas tidak mempunyai kewenangan melakukan sweeping. Kalau ada hal yang tidak sesuai aturan sampaikan kepada Polri terdekat nanti Polri yang akan sweeping," tegas Setyo.
(aud/ams)











































