Jaksa Buka Isi WA Ajudan Dirjen Pajak-Handang, Ada Istilah 'Paketan'

Jaksa Buka Isi WA Ajudan Dirjen Pajak-Handang, Ada Istilah 'Paketan'

Faieq Hidayat - detikNews
Rabu, 31 Mei 2017 16:09 WIB
Jaksa Buka Isi WA Ajudan Dirjen Pajak-Handang, Ada Istilah Paketan
Handang Soekarno/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Ajudan Dirjen Pajak Andreas Setiawan melakukan percakapan WhatsApp dengan terdakwa Handang Soekarno. Jaksa menanyakan isi percakapan keduanya.

"Itu minta bantuan karena orang tua saya sakit jadi butuh pinjaman," kata Andreas Setiawan dalam persidangan kasus suap urus pajak di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2017).

Jaksa menampilkan isi percakapan tersebut dalam persidangan. Dalam percakapan Andreas dan Handang kata 'paketan' dan 'cetakan undangan'. Jaksa menanyakan maksud bahasa yang digunakan Andreas dalam percakapan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menanyakan terus karena kesanggupan Pak Handang. Saya juga tak mau istri tahu kalau saya pinjam duit buat biaya pengobatan orang tua. Takut HP dicek istri, ujar Andreas.

 Percakapan WA antara ajudan Dirjen Pajak dengan Handang Soekarno ditunjukkan dalam persidangan, Rabu (31/5/2017) Percakapan WA antara ajudan Dirjen Pajak dengan Handang Soekarno ditunjukkan dalam persidangan, Rabu (31/5/2017) Foto: Faieq Hidayat-detikcom


Jaksa merasa tak puas dengan jawaban Andreas yang dianggap berbohong. Kepada Andreas, jaksa mengingatkan adanya Pasal 22 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang kesaksian palsu di persidangan.

"Kalau pinjam duit tidak begini bahasanya, apakah saksi mau dikenakan pasal 22. Ini bukan mengancam Yang Mulia biar clear saja," tanya Jaksa.

Andreas mengatakan yang disampaikannya soal percakapan dalam WhatsApp sudah benar dan jujur. Dia membantah memberikan kesaksian palsu dalam persidangan.

"Itu sudah sesuai dengan betul Pak," jawab Andreas.

Andreas mengaku membutuhkan uang pinjaman sekitar Rp 50-100 juta untuk biaya pengobatan orangtuanya yang sakit di Surabaya. Akan tetapi, Andreas meminjam uang pada saudara sang istri karena Handang tak kunjung memenuhi janjinya untuk meminjamkan uang.

"Jadi saya terus terang ke istri pinjam ke keluarga istri, awalnya takut istri tahu dan tidak mau merepotkan istri. Jadi baru kasih tahu," ujar Andreas.

Berikut percakapan Andreas dengan Handang dalam whastapp:

Andreas: Pagi mas

Handang: Siap mas....dawuh mas?
Saya otw dinas ke kanwil Banten mas

Andreas: Siap...monggo dilanjut mas
Perihal paketan saking surabaya pripun mas? klo perlu ditaruh rekening saya ada mas

Handang: Siap mas sore ini sudah siap

Andreas: Siap mas. Di Jakarta?

Handang: Di Jakarta mas (fai/fdn)


Berita Terkait