Menjawab kondisi seperti itu, Ustaz Adi Hidayat Lc, MA menjelaskan bahwa setiap ibadah itu didasarkan pada niat dalam menunaikannya. Dalam HR Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ustaz Adi kembali menegaskan bahwa setiap ibadah kita dinilai dari niatnya. Maka dengan memutus niatnya, sudah dianggap gugur atau selesai puasanya.
"Bagaimana cara membatalkan niat? Maka cukup saat waktu berbuka tiba, Anda membaca doa berbuka puasa yang bersumber dari Rasulullah," kata Ustaz Adi.
Baca juga: #TanyaUstazAdi Benarkah Setan Dibelenggu Saat Ramadan?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berbuka membaca do'a berikut:
"Dzahabadh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah"
(Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)
Setelah membaca doa tersebut, maka Anda dinilai sah. Menurut Ustaz Adi, kondisi seperti itu harus menjadi catatan pribadi agar tidak terulang di kemudian hari.
"Maka pada hari-hari berikutnya Anda harus menyiapkan diri untuk membawa makanan sekedar untuk membatalkan puasa," pungkasnya.
Baca juga: #TanyaUstazAdi Benarkah Hadis tentang Awal-Tengah-Akhir Ramadan?
Anda bisa menyaksikan program tanya-jawab bersama Ustaz Adi setiap hari di ramadan.detik.com. Setiap hari, bakal ada satu video tanya-jawab yang ditayangkan serta jawaban ustaz. Semoga menambah ilmu dan manfaat di bulan penuh hikmah ini.
(ega/nwk)











































