"Dari koordinasi kita terakhir dengan tim yang ada di lapangan, dapat disampaikan bahwa pihak angkatan bersenjata dan juga polisi Filipina telah menyetujui proses evakuasi WNI secepat mungkin. Pada saat saya bicara mengenai masalah WNI adalah 16 + 1, karena ada WNI yang ada di sana. 16 itu ada di dua tempat yang berbeda," jelas Retno saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (31/6/2017).
Retno mengatakan, pihak keamanan Filipina yakni AFP dan PNP akan memberikan pengaturan keamanan (save conduct) pada tim evakuasi. Pasukan AFP dan PNP akan disiagakan di sepanjang rute evakuasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses evakuasi akan dibagi di dua tempat. Pertama, di jalur Marantau, Illigan.
"Kemudian ke Bandara Cagayan de Oro dan ini akan melibatkan ada empat tim kita di sana yang akan memandu evakuasi. Tim evakuasi ini adalah gabungan dari tim KBRI, KJRI, dan kita memiliki orang-orang sebagai internasional monitoring tim yang sekaligus gabung di sana," katanya.
Untuk evakuasi yang kedua, lanjut Retno, akan menempuh jakur dari Sutan Nagadimupuru, Pagadian City, Illigan. "Mungkin gampangnya ada dua evakuasi lah. Daripada detailnya nanti bingung. Ada dua evakuasi tim kita sudah di sana. Ada empat orang yang akan membimbing. Untuk tim kedua ada tiga orang yang akan membimbing," kata Retno.
Retno mengatakan, pemerintah RI sudah melakukan komunikasi yang baik dengan pihak keamanan Filipina terkait evakuasi ini. Evakuasi diperkirakan akan dimulai besok.
"Jadi insyaallah mungkin kalau situasi tidak memburuk, besok mungkin akan mulai dilakukan evakuasi dan semua perkembangan sudah saya laporkan kepada Presiden," jelas Retno. (jor/idh)










































