"Jadi yang pertama kita dua hari lagi akan memperingati hari kelahiran Pancasila yang ke-70 tahun, sebenarnya kita mengingatkan lagi bahwa ternyata kita masih inkonsisten untuk bisa menanamkan dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila," kata Ketua Umum GMKI Sahat Martin Philip Sinurat dalam komperensi pers yang diadakan di Jalan Salemba Raya nomor 10, Jakarta Pusat, Selasa (30/5/2017).
Hal yang senada disampaikan Ketua Umum GAMKI, Michael Wattimena. Dia mengatakan rasa kebangsaan Indonesia sedang diuji dalam kebersamaan dan kedamaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita saat yang paling esensi ini yang melukai rasa nasionalisme rasa kebangsaan kita yang harus kita duduk bukan saja GMKI, bukan saja kan kita GAMKI, bahwa tidak saja menyelesaikan persoalan bangsa ini hanya satu kelompok, dua kelompok, atau tiga kelompok, tetapi kita putus sebuah keharmonisan sebuah sinergitas di antara semua komponen bangsa yang ada di Ibu Pertiwi ini, itu penting," sambungnya.
Foto: Cici Marlina rahayu-detikcom |
Mereka juga mengingatkan pentingnya ideologi Pancasila sebagai dasar negara, falsafah hidup dan perekat keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia. Mereka juga menegaskan Pancasila satu-satunya ideologi negara yang dituangkan dalam Undang-Undang.
"Mendesak lembaga negara menegaskan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang harus dituangkan dalam peraturan perundang-undangan berikut sanksi administrasi dan pidana termasuk didalamnya melakukan revisi terhadap undang-undang," sambung Sahat.
(ams/fdn)












































Foto: Cici Marlina rahayu-detikcom