"Perkembangan terakhir pesawat jenis MAF masih menunggu evakuasi karena berada di tengah landasan, korban selamat ada 5 penumpang," kata Wandik dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (30/5/2017).
Menurut Wandik, Bandara Ilaga baru bisa dibuka kembali setelah KNKT menyelidiki penyebab pesawat itu tergelincir. Hingga saat ini, kata Wandik, belum diketahui penyebab kecelakaan apakah karena faktor alam atau human error.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat MAF yang tergelincir di Papua. (Istimewa) |
"Memang bandara ini terlalu kecil, hanya 600 meter. Pemerintah pusat nantinya memang akan membangun runway menjadi 1.600 meter," ucapnya.
Menhub Budi Karya Sumadi sudah sempat mengunjungi Ilaga pada September tahun lalu. Dia berjanji memperbaiki dan memperpanjang runway Bandara Ilaga. Tak hanya itu, Menhub juga menyatakan akan membangun tol udara untuk menekan biaya logistik di pegunungan Papua yang terkenal karena harganya selangit.
Peristiwa tergelincirnya pesawat di Ilaga bukan baru kali ini saja. Kondisi runway yang pendek di atas pegunungan membuat landasan bandara di Ilaga cukup menegangkan.
"Dengan banyaknya kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Puncak akan gerak cepat mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian perhubungan dan PUPR untuk memperpanjang runway tersebut," ujar Wandik.
Meski kecil, menurutnya, aktivitas bandara di Ilaga cukup padat karena banyaknya penerbangan setiap hari. Untuk bandara kecil di pegunungan, dalam sehari di Ilaga paling sedikit ada 20 kali penerbangan.
"Tertinggi 30-40 kali penerbangan. Kapasitasnya hanya untuk pesawat caravan. Karenanya, kami harapkan pengembangannya di daerah pegunungan ini dipercepat ke depannya," tuturnya.
"Ini sebagai program Nawacita Presiden Jokowi untuk mewujudkan tol udara agar nantinya pesawat ATR bisa menjangkau tempat ini," kata Wandik.
Papua merupakan salah satu wilayah yang sebelumnya masuk sebagai daerah terisolasi. Sebab, daerah tersebut hanya bisa dijangkau dengan pesawat sehingga harga-harga kebutuhan sangat mahal.
Namun saat ini sejumlah fasilitas sudah mulai dibangun di Papua sehingga harga-harga yang semula sangat mahal sedikit demi sedikit mulai menurun. Sebut saja sembako dan BBM, yang kini sudah bisa mendapat subsidi pemerintah.
"Semakin bandara cepat diperbesar, semakin cepat perkembangan infrastruktur dan ekonomi di Kabupaten Puncak," tutur Wandik. (elz/fjp)












































Pesawat MAF yang tergelincir di Papua. (Istimewa)