Polisi Tangkap 2 Orang Terduga Teroris di Jambi

Polisi Tangkap 2 Orang Terduga Teroris di Jambi

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 30 Mei 2017 16:04 WIB
Polisi Tangkap 2 Orang Terduga Teroris di Jambi
Kombes Martinus Sitompul (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Densus 88 Antiteror menangkap dua orang terduga teroris di Jambi. Mereja diduga anggota kelompok Jamaah Ansharut Khilafah (JAK) yang merupakan kelompok sayap kanan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Penangkapan ini terkait aktivitasnya dalam kelompok JAK, yang memang dalam beberapa peristiwa, ini adalah bagian dari kelompok JAD," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017).

Dua orang itu berinsial M (29) dan W alias AM (29). M diamankan di Telanaipura, Kota, Kota Baru pukul 16.00 WIB. Sementara W alias AM diringkus di daerah Kumpei Muara, Jambi pada pukul 17.00 WIB, "Keduanya masih didalami," ucap Martinus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Martinus membeberkan, M diketahui terlibat dalam latihan atau tadrip sebanyak dua kali di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau beberapa waktu lalu. Latihan itu dilakukan bersama-sama dengan lebih kurang 16 orang lainnya.

"Yang berasal dari Palembang ada dua orang, Jambi 5 orang, Medan 4 orang dan Pekanbaru 5 orang," ujar dia.

M juga diketahui bersama-sama dengan W alias AM, ikut pelatihan membuat bom dengan seorang instruktur berinsial A yang diketahui berasal dari Bogor, Jawa Barat. Tak hanya itu, M juga memberangkatkan anggota teroris asal Jambi dan Pekanbaru ke Filipina Selatan.

"Membantu proses pemberangkatan anggota terduga teroris yang berasal asal Jambi dan Pekanbaru ke Filipina Selatan melalui Toli-toli, Sulawesi Tengah," ungkap Martinus.

Ia menambahkan, M juga turut serta dalam latihan menembak senapan angin di kebun milik A alias Am di Batanghari, Jambi. Sementara W alias AM diduga aktif sebagai anggota kelompok teroris Jambi.

"Dalam proses tersebut, Densus 88 Antiteror dibantu sepenuhnya oleh Polda Jambi," imbuh Martinus. (aud/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads