DetikNews
Selasa 30 Mei 2017, 15:22 WIB

Pemuda Muhammadiyah Minta Pemerintah Tolak RUU Tembakau

Akhmad Mustaqim - detikNews
Pemuda Muhammadiyah Minta Pemerintah Tolak RUU Tembakau Foto: Diskusi PP Pemuda Muhammadiyah. (Akhmad Mustaqim/detikcom)
Jakarta - Angkatan muda Muhammadiyah memperingati Hari Tanpa Tembakau sedunia. Mereka mendukung pemerintah untuk tidak mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan.

"Kita berharap pemerintah kemudian menyediakan regulasi yang berpihak. kami mendukung penuh untuk Menolak mengesahkan RUU pertembakauan. saya pikir itu salah satu langkah yang positif yang harus diapresiasi," kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak di Kantor Pusat Muhammadiyah, Senin (30/5/2017).

Menurut Dahnil, RUU) itu rawan lobi politik. Dia berharap Presiden Joko Widodo tidak terpengaruh dengan adanya lobi terkait pengesahan RUU pertembakauan.

"Karena ini masa depan pembangunan ekonomi Indonesia. Kita dukung penuh, jangan sampai kalah dengan korporasi besar rokok," kata Dahnil.

Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah, Sudibyo Markus mengatakan RUU tersebut memang tidak memiliki pengaruh secara langsung dalam industri pertembakauan. Namun, menurutnya, dari situ bisa dibaca masih kuatnya pengaruh industri rokok di Indonesia.

"Memang tidak terkait secara langsung, tapi dari situ bisa dibaca kegamangan pemerintah dan kuatnya dunia industri rokok," ujarnya.

Hal senada disampaikan Nina Armando dari Koalisi Nasional untuk Reformasi Penyiaran. Katanya, Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang membolehkan adanya iklan rokok, meski ada batasan tertentu. Menurutnya hal itu adalah langkah mundur dan tidakberpihak kepada masyarakat.

"Indonesia adalah satu-satunya negara yang tidak dilarang untuk iklan rokok. Kelompok yang paling dipengaruhi adalah anak dan remaja. Iklannya sangat membuai padahal rokok adalah produk yang tidak sehat. Tapi disiarkan seolah-olah rokok itu keren," ujar Nina.

Nina menjelaskan Indonesia mestinya mampu meniru negara yang berhasil melarang iklan rokok. Dirinya berharap dalam momen peringatan Hari Tanpa Tembakau sedunia ini tidak ada lagi iklan rokok di Indonesia.

"Berdasarkan data WHO ada 144 negara yang melarang iklan rokok disiarkan. Padahal itu negara yang secara politik bermasalah. Jadi kami ingin di Indonesia seharusnya iklan rokok dilarang," ujarnya.
(idh/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed