DetikNews
Selasa 30 Mei 2017, 15:02 WIB

Wiranto Ingin Peran TNI di Pemberantasan Terorisme Tak Hanya BKO

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Wiranto Ingin Peran TNI di Pemberantasan Terorisme Tak Hanya BKO Wiranto / Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menjelaskan keinginan pemerintah soal pelibatan TNI di RUU Antiterorisme. Pemerintah ingin pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme lebih utuh.

"Ini kan judulnya masih melawan tindak pidana terorisme sehingga kan kita masuk ke wilayah law enforcement, semuanya serba proses peradilan. Di negara lain, sudah menjadi wilayah war, perang terhadap terorisme sehingga pelibatan TNI utuh," ucap Wiranto usai bertemu Ketua MPR, Zulkifli Hasan di gedung Nusantara III DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2017).



Wiranto mengatakan sebenarnya TNI sudah dilibatkan dalam penanganan terorisme namun hanya saat bom sudah meledak atau Bawah Kendali Operasi (BKO). Wiranto ingin hal itu diubah.

"Sebenarnya sudah, misalnya terorisme yang berpusat di Poso, itu sudah melibatkan TNI tapi masih BKO. Itu proses administrasinya panjang. Harus diminta dulu, disiapkan dulu," jelasnya.

"Saya ambil contoh, ada Mabes TNI, Batalion, di situ ada aksi terorisme, apakah nunggu dulu di-BKO-kan baru bisa bertindak? Ini kan tidak pada tempatnya, tidak rasional. Kita minta realistis saja melawan terorisme itu, toh yang rugi juga rakyat, yang korban juga rakyat. Kita buat UU bukan untuk posisi lembaga tertentu tapi untuk rakyat sesuai UUD 45," sambung Wiranto.



Wiranto menepis anggapan pelibatan TNI dapat mengganggu penegakam hukum yang ada selama ini terkait aksi terorisme. Dia juga membantah anggapan kerja Polri dan TNI akan tumpang tindih nantinya.

"Sekarang pilihlah, apa Anda akan terikat satu UU yang tidak kuat yang merelakan rakyat jadi korban atau kita cari terobosan tertentu yang bisa melindungi rakyat. Pilih yang mana, itu yang kita pilih," papar Wiranto.

Lebih lanjut, Wiranto enggan membeberkan lebih lanjut perihal pelibatan TNI ini. Dia meminta semuanya mengikuti proses pembahasan RUU Antiterorisme.

"Nanti ikut aja di pembahasan ya. Kita tak hanya akan BKO tapi pelibatan langsung. Langsungnya bagaimana, nanti dibahas. Paling tidak teknisnya secara substansial kita sudah ketemu TNI akan dilibatkan," papar dia.



Sebelumnya, anggota Panja DPR Arsul Sani meminta pemerinta menjelaskan lebih detil soal peran TNI dalam menindak terorisme terkait pembahasan RUU Antiterorisme. Arsul berkata demikian karena RUU ini merupakan inisiatif pemerintah. Wiranto sepertinya telah menjawab permintaan DPR.


(gbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed