Pernyataan Nabi tertuang dalam sebuah hadis sahih riwayat Bukhari yang berbunyi: "Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu."
Menjawab pertanyaan itu, Ustaz Adi Hidayat Lc, MA menjelaskan bahwa hadis tersebut merupakan bentuk kiasan. Hadis tersebut tidak bisa dibayangkan dengan kondisi nyata bahwa setan itu diikat dan dibelenggu.
"Hadisnya statusnya sahih, namun bagi orang awam membayangkan sebagai setan diikat secara nyata, sehingga tidak bisa beraktifitas selama Ramadan, seperti pintu surga dibuka, neraka ditutup," jelas Ustaz Adi.
Baca Juga: #TanyaUstazAdi Berkumur Saat Wudhu Batalkan Puasa?
Ustaz Adi memaparkan dalam pemahaman ilmu hadis, bahasa hadis ini bisa dimasukkan dalam bahasa kiasan atau majas. Hadis itu menunjukan kesan bahwa orang yang gemar ibadah, meningkat motivasinya kepada Allah, maka seakan-akan pintu surga semakin terbuka untuknya, dan bila dia bertaubat kepada Allah, maka pintu neraka tertutup bagi dirinya.
"Bila pintu surga terbuka dan pintu neraka tertutup baginya, maka tidak ada celah bagi setan untuk menggodanya. Seakan-akan setan terikat dan terbelnggu tidak mampu menguasainya," papar Ustaz Adi.
Oleh karena itu, Ustaz Adi mengimbau agar meningkatkan ibadah dan memohon ampunan Allah. Dengan begitu setan tidak memiliki kekuatan untuk menggoda kita semua.
"Namun sebaliknya, orang yang menjauh dari Allah, tidak senang istighfar, maka pintu surga belum terbuka, dan pintu neraka memiliki celah bagi dirinya dan setan semakin nyaman menggodanya," pungkasnya".
Baca Juga: #TanyaUstazAdi Benarkah Hadis tentang Awal-Tengah-Akhir Ramadan?
Anda bisa menyaksikan program tanya-jawab bersama Ustaz Adi setiap hari di ramadan.detik.com. Setiap hari, bakal ada satu video tanya-jawab yang ditayangkan serta jawaban ustaz. Semoga menambah ilmu dan manfaat di bulan penuh hikmah ini.
(ega/nwk)











































