"Saya ingin berbagi pengalaman seputar Ramadhan yang paling berkesan dan tidak akan pernah terlupakan, yaitu pada Ramadan 2016. Ketika itu, di hari kedua saat puasa saya harus masuk rumah sakit karena kehamilan saya yang dinyatakan kurangnya cairan di ketuban, sehingga saya harus di induksi," tulis Bagea dalam emailnya yang diterima redaksi detikcom, Selasa (30/5/2017).
Dengan kondisi yang tanpa didampingi suami yang bertugas di Banjarmasin, Bagea yang menjalani kehamilan tuanya di Bandung-Jawa Barat itu mesti jalan menuju ke RS sedang macet sekali karena perbaikan dan musim banjir. Akhirnya, Bagea diantarkan sepupu, tante dan ibunya berangkat Subuh hari ke rumah sakit sehingga sukses masuk ruang observasi pukul 10.00 WIB dan dilakukan induksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya langsung menelepon suami dengan gembira. Dan suami sayapun segera membeli tiket pesawat namun karena sudah sore, pesawat terakhir hanya ada untuk tujuan Banjarmasin-Jakarta pada pukul 20.00 WIB dan saya perkirakan sampai bandung sekitar jam 00.00 WIB," jelasnya.
Di dalam ruang observasi, Bagea hanya di temani ibu yang saat itu sedang sakit vertigo. Saat waktu berbuka puasa dan ibu Bagea sedang makan, tiba-tiba air ketuban Bagea sudah pecah.
"Saya panik, dan ibu juga panik. Akhirnya ibu menyudahi makannya, dan ternyata saya sudah pembukaan empat. Setiap waktu ibu selalu bacakan salawat dan doa biar saya kuat dan tenang," tulisnya.
Hingga pukul 23.00 WIB, Bagea sudah mengalami pembukaan 7. Bagea mengungkapkan perasaannya begitu bercampur aduk antara merasakan mulas yang sangat sakit dan cemas menanti kedatangan suami yang akhirnya tiba pada pukul 01.30 WIB.
Foto: Anak pertama Bagea Aulia yang dilahirkan pada Ramadan 2016 lalu (Bagea Aulia/dokumen pribadi) |
"Tepat pukul 04.00 suara tangisan bayi pecah terdengar. Ya, hari ketiga Ramadan, saya telah resmi menjadi seorang ibu baru dari anak pertama kami seorang laki-laki. Terima kasih ya Allah, Engkau hadiahi kami anak yang sempurna. Itulah mengapa Ramadhan 2016 sangat spesial, dan kemarin tepat hari ketiga Ramadan 2017 di mana hari miladnya anak kami menurut kalender Hijriah, saya dan suamipun mengenang masa-masa bersejarah itu," tandasnya.
***
Para pembaca detikcom, bila Anda mempunyai cerita yang berkesan saat Ramadan seperti yang diceritakan Bagea Aulia, silakan berbagi cerita Anda ke email: ramadan@detik.com. Sertakan 2-3 foto yang mendukung cerita Anda, data diri singkat dan kontak (email atau nomor HP) yang bisa dihubungi. (nwk/try)












































Foto: Anak pertama Bagea Aulia yang dilahirkan pada Ramadan 2016 lalu (Bagea Aulia/dokumen pribadi)