Mengenal Red Notice dan Prosedur Permintaannya

Niken Purnamasari - detikNews
Selasa, 30 Mei 2017 11:03 WIB
Foto: Courtesy Interpol
Jakarta - Istilah Red Notice dalam beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan di Indonesia. Banyak yang menyebut bahwa red notice adalah penangkapan bagi tersangka yang berada di luar negeri yang dilakukan oleh interpol. Bagaimana prosedur untuk mengeluarkan red notice tersebut?

Mengutip dari laman Interpol, Selasa (30/5/2017), red notice adalah permintaan untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang dianggap terlibat dalam kasus kriminal. Namun status seseorang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Red notice menjadi hal yang penting sebab pergerakan seseorang menjadi terbatas dalam melakukan perjalanan di luar negeri. Selain itu, negara yang meminta penerbitan red notice dapat berbagi informasi dengan negara anggota interpol lainnya.

Red notice dikeluarkan untuk seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka atas sebuah kasus pidana. Laman interpol menyebut mereka yang masuk dalam daftar red notice ini, harus dianggap tidak bersalah (karena masih berupa sangkaan hukum) sampai adanya putusan pengadilan.

Untuk menerbitkan red notice, kepolisian dari negara anggota interpol akan lebih dulu mengirimkan permintaan pencarian dan penangkapan seorang tersangka. Kepolisian dari negara peminta, harus menunjukkan surat perintah penangkapan yang sah sebagai dasar permintaan kepada interpol.

Kemudian, Sekretariat Jenderal Interpol merespons dengan mengeluarkan pemberitahuan kepada seluruh negara anggota interpol mengenai permintaan tersebut. Lembaga kepolisian dari seluruh negara anggota interpol akan mendapatkan pemberitahuan.

Diketahui ada 190 negara anggota yang bergabung dalam interpol. Salah satunya Indonesia melalui Kepolisian Negara Indonesia atau Indonesia National Police (INP) sejak 1952.

Perlu digarisbawahi, individu yang masuk dalam kategori red notice statusnya bukan perintah dari interpol itu sendiri melainkan dari negara bersangkutan. Interpol hanya memberikan informasi kepada semua negara anggota bahwa orang tersebut diinginkan oleh suatu negara berdasarkan surat perintah penahanan. Dengan demikian, interpol tidak mengeluarkan surat perintah penangkapan.


Prosedur Permintaan Red Notice

Red notice dikeluarkan oleh interpol setelah ada permintaan dari negara yang bersangkutan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penerbitan red notice terhadap seseorang harus berkoordinasi dengan interpol National Central Bureau (NCB) untuk Indonesia.

Setelah seseorang ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Argo, akan dilayangkan surat perintah penangkapan. Apabila seseorang tersebut tidak menanggapi surat tersebut, maka tahapan selanjutnya adalah menetapkan orang itu ke dalam DPO. Jika tersangka berada di luar negeri, maka polisi akan bekerjasama dengan interpol untuk menerbitkan red notice.

"Setelah DPO baru kita terbitkan red notice. Nanti kita lihat persyaratannya apa saja, nanti kita koordinasi sama Interpol," ujar Argo, Senin (29/5/2017).

Usai interpol mendapat surat penerbitan red notice dari negara yang bersangkutan, interpol akan menginformasikan kepada negara anggota lainnya. Sehingga pergerakan tersangka di luar negeri akan terbatas dan memudahkan untuk penangkapan. (nkn/fjp)