"Hasil monitoring BMKG hingga saat ini sudah terjadi 14 kali gempa bumi susulan. Gempa susulan paling kuat dengan magnitudo 5,2 dan secara umum kekuatannya menurun secara fluktuatif. Gempa bumi susulan tetap berpotensi terjadi namun dengan kekuatan yang lebih lemah," kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Selasa (30/5/2017).
Bangunan runtuh akibat gempa di Poso. Foto: Dok. BNPB |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilaporkan ada 2 bangunan di wilayah Poso yang mengalami kerusakan. Namun sampai saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa akibat gempa bumi ini. BMKG akan terus memantau informasi baik gempa bumi susulan maupun kerusakan bangunan dan infrastruktur lainnya," ucapnya.
Daryono menyebut jika ditinjau dari kedalaman hiposentrumnya, gempa di Poso itu merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas tektonik lokal yang diduga berhubungan dengan aktivitas Palolo Graben. Akibatnya, magnitudo yang cukup besar dengan kedalaman dangkal ini dapat menyebabkan guncangan kuat. (dhn/dhn)












































Bangunan runtuh akibat gempa di Poso. Foto: Dok. BNPB