DetikNews
Senin 29 Mei 2017, 17:13 WIB

Antisipasi ISIS Filipina, Kodam Pattimura Gandeng Muspida di Maluku

Elza Astari Retaduari - detikNews
Antisipasi ISIS Filipina, Kodam Pattimura Gandeng Muspida di Maluku Kodam Pattimura koordinasi dengan Muspida lain. Foto: Dok. Pendam XVI/Pattimura
Jakarta - Maraknya isu radikalisme belakangan ini membuat Kodam XVI/Pattimura mulai siaga. Bersama dengan Muspida lain, Kodam Pattimura hari ini melakukan koordinasi terutama wilayah Maluku Utara cukup dekat dengan perbatasan Filipina yang kini salah satu daerahnya tengah dikuasai ISIS.

"Semua kan berawal dari situasi di Marawi (Mindanao) Filipina, sehingga Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo memerintahkan untuk berkoordinasi dengan pemda untuk melaksanakan rapat sebagai antisipasi hal tersebut," ungkap Kapendam XVI/Pattimura, Letkol Sihaloho dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (29/5/2017).

Sebenarnya wilayah Maluku dan Maluku Utara bukan perbatasan terdekat dengan Filipina seperti Sulawesi Utara. Namun upaya antisipasi perlu dilakukan karena berdasarkan analisis dari pihak intelijen, Maluku dan Malut adalah salah satu wilayah yang dibidik kelompok militan seperti ISIS.

Tak hanya karena memiliki sumber daya alam yang sangat baik, sejarah Maluku dan Maluku Utara yang pernah terjadi konflik juga menjadi perhatian kelompok radikal atau teroris. Pemda dan muspida lain merespon positif ajakan Kodam Pattimura dan hari ini rapat koordinasi digelar di 3 lokasi.

"Di Maluku rapat digelar di Ambon. Di Maluku Utara dilaksanakan di 2 tempat, yaitu di Ternate dan Tobelo, Halmahera Utara (Halut). Di Halut dekat dengan Filipina, ada pulau paling utara namanya Pulau Morotai," jelasnya.

Rapat di Ambon dihadiri oleh Wagub Maluku Zeth Sahuburua, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen Tri Suwandono, Wakil Wali Kota Ambon Syarief Hadler, Dirintel Polda Maluku Kombes Pol Darwanto, pihak Korda Kemenhan Maluku, Danpom Lanud Pattimura Mayor (P) Suhapala, pihak BIN Maluku, pihak shabandar, Kominfo, Imigrasi, Bea dan Cukai, pihak MUI, Walubi, dan lainnya.

Antisipasi ISIS Filipina, Kodam Pattimura Gandeng Muspida di MalukuKodam Pattimura koordinasi dengan Muspida lain. Foto: Dok. Pendam XVI/Pattimura

Berbagai informasi didapat dari hasil rapat di Ambon. Seperti di antaranya kota Ambon sudah pernah ditargetkan untuk dijadikan tempat training kelompok teroris. Selain itu diketahui, saat ini kelompok radikal sedang gencar melakukan kegiatannya, terutama setelah teroris berhasil melaksanakan aksi bom di Kampung Melayu.

TNI/Polri dan Muspida lain di daerah Maluku dan Maluku Utara juga mengantisipasi kegiatan yang mendatangkan penceramah dari luar negeri. Pihak Imigrasi juga diminta untuk menutup celah-celah masuk pihak-pihak yang hendak masuk ke Indonesia dari Marawi. Sebab dari data intelijen diketahui ada potensi militan ISIS yang berada di Marawi akan bergerak ke Tobelo dan Ambon.

"Dengan adanya rapat yang melibatkan semua institusi di daerah, minimal disampaikan ke jajarannya untuk lebih antisipatif terhadap orang-orang asing yang masuk wilayah," papar Sihaloho.

"Karena wilayah Maluku ini cukup banyak pulau-pulau yang bisa dimasuki orang lain di luar pengawasan resmi dari pihak imigrasi dan bea cukai," sambungnya.

Antisipasi ISIS Filipina, Kodam Pattimura Gandeng Muspida di MalukuFoto: Dok. Pendam XVI/Pattimura

Pihak Polri juga tengah mewaspadai ancaman kelompok radikal yang akan menyusup pada acara pawai-pawai takbiran dengan membawa panji-panji ISIS. Sebab aksi teror diketahui pernah terjadi pada tahun 2016. Daerah Maluku kerap dijadikan target karena ada sejarah konflik yang melibatkan senjata api.

Dari jajaran TNI AL pun turut bekerja sama dengan Kodam Pattimura dan Pemda. Selain fokus di Laut China Selatan, TNI AL pun melakukan pengetatan operasi di wilayah utara dengan pergerakan ke arah perairan laut Filipina.

"ISIS memilih Marawi sebagai tempat persinggahan karena sebelumnya di Filipina ada suatu daerah Islam garis keras serta Filipina kaya akan sumber daya alam sehingga menjadi incaran ISIS," demikian salah satu pemaparan Kasdam Pattimura seperti dituturkan kembali oleh Letkol Sihaloho.

Sementara itu pihak Kominfo sendiri memaparkan tantangan saat ini yang cukup besar adalah perang media informasi. Ada banyak berita hoax yang bisa memicu kegiatan anti-nasionalisme sehingga harus secara terus menerus diatasi.

Antisipasi ISIS Filipina, Kodam Pattimura Gandeng Muspida di MalukuFoto: Dok. Pendam XVI/Pattimura

"Kesimpulan koordinasi tadi, semua akan mengantisipasi penyusup yang masuk ke daerah. Pihak imigrasi mempunyai tugas penting untuk menyeleksi orang yang masuk Maluku. Lalu agar dibentuknya tim gabungan atau satgas bersama TNI/Polri dan stakeholder lain," terang Sihaloho.

Sementara itu rapat di Ternate dan Tobelo dipimpin oleh Danrem dan Bupati. Hasil koordinasinya pun hampir sama, terutama dalam mewaspadai tenaga kerja asing yang masuk ke wilayah Maluku Utara. Bahkan di Ternate akan melibatkan pihak kesultanan untuk penanganan paham radikal.

"Antisipasinya adalah mengawasi setiap orang atau personel yang bukan warga Maluku dan Malut masuk ke wilayah. Kita ada residu konflik tahun '99 jadi perlu diantisipasi," jelas Sihaloho.

"Kita semua elemen yang ada di Maluku dan Maluku Utara menolak masuknya ISIS di wilayah," imbuhnya.
(elz/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed