PDIP Tanggapi LSI Denny JA: Terlalu Dini Bicara Jokowi Capres 2019

PDIP Tanggapi LSI Denny JA: Terlalu Dini Bicara Jokowi Capres 2019

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 29 Mei 2017 14:14 WIB
PDIP Tanggapi LSI Denny JA: Terlalu Dini Bicara Jokowi Capres 2019
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Partai Golongan Karya sejak Oktober 2016 menetapkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden yang akan diusung dalam Pilpres 2019. Meski Golkar sejak awal menetapkan Jokowi sebagai capres 2019, menurut survei LSI Denny JA, PDIP akan lebih banyak mendapat limpahan elektoral.

Baca juga: Sama-sama Capreskan Jokowi, PDIP atau Golkar Lebih Untung?

PDIP sebagai pengusung utama Jokowi dalam Pilpres 2014 pun angkat bicara. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan untuk saat ini sangat tak elok membicarakan calon presiden yang akan diusung dalam Pilpres 2019. "Tidak elok (membahas capres), pemilu masih panjang, kita terlalu dini bicara 2019," kata Hasto saat berbincang dengan detikcom, Senin (29/5/2017).

Menurut Hasto, prioritas PDIP saat ini adalah mendukung Presiden Jokowi bekerja sebaik-baiknya untuk mewujudkan janji-janji kampanye. Pemerintahan Jokowi saat ini terus berjuang untuk menjaga harga-harga kebutuhan tetap stabil dan terjangkau, pembangunan infrastruktur, serta penghidupan yang layak bagi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PDIP tahu tahapan-tahapannya. Tahapan sekarang ini mendukung Jokowi agar menjalankan janji-janji kampanye, bekerja ke bawah untuk dan bersama rakyat," ucap Hasto.

"Biarlah pemerintah saat ini bekerja sebaik-baiknya. PDIP dalam posisi mendukung kerja Pak Jokowi," tutur dia.

Sebelumnya lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA menyebut PDIP akan lebih banyak mendapat limpahan elektoral ketimbang Golkar meski sama-sama mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Survei Mei 2017, sebanyak 55 persen menyatakan bahwa PDIP adalah partai yang paling dekat dengan Jokowi. Hanya 20,5% yang menyatakan Golkar," kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfarabie. (erd/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads