detikNews
Senin 29 Mei 2017, 14:00 WIB

Berkunjung ke Masjid Agung Banten Lama yang Didirikan Sultan Maulana

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Berkunjung ke Masjid Agung Banten Lama yang Didirikan Sultan Maulana Foto: Masjid Agung Banten Lama (Bahtiar-detikcom)
Serang - Terletak di kelurahan Banten, kecamatan Kasemen, Kota Serang, Masjid Agung Banten Lama didirikan pada masa kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) pada tahun 1556. Maulana Hasanuddin merupakan raja pertama yang memerintah Banten dengan corak pemerintahan Islam dan digelari sebagai Panembahan Surosowan.

Sewaktu menjadi raja pertama kerajaan Banten pada 1552, Maulana Hasanuddin kemudian membangun Masjid Agung. Kekuasannya yang bercorak Islam terbentang dari Banten, Jayakarta, Karawang, Lampung, Indrapura sampai ke Solebar waktu itu. Maulana Hasanuddin wafat pada tahun 1570 dan digantikan Maulana Yusuf.

Di komplek masjid, ada menara dengan ketinggian 24 meter dengan lingkaran 20 meter. Arsitek pembangunan masjid ini adalah Lucas Cardeel pada masa pemerintahan Sultan Haji (1672-1687). Di masa sultan Haji ini juga dibangun Tiamah atau bangunan segi empat yang berarsitektur Belanda di bagian selatan. Di bangunan Tiamah ini katanya sering digunakan sebagai tempat musyawarah.

Melihat Masjid Agung Banten Lama yang Didirikan Sultan MaulanaFoto: Masjid Agung Banten Lama (Bahtiar-detikcom)


Sebagaimana bangunan masjid kuno, ada kulah atau kolam yang biasa digunakan sebagai tempat berwudu di depan masjid. Berdasarkan catatan yang menempel di dinding, renovasi terhadap masjid ini pernah dilakukan beberapa kali yaitu pada tahun 1969 oleh Bhakti Siliwangi Korem 64 Maulana Yusuf, pemugaran juga dilakukan pada tahun 1975 atas bantuan Pertamina yang waktu itu dipimpin Ibnu Sutowo, dan rehabilitasi atas bantuan masyarakat pada tahun 1991.

Di komplek masjid ini juga ada makam Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Maulana Muhamnad Nasaruddin, Pangeran Ratu (istri Maulana Hasanuddin), Sultan Abdul Abdul Fadhal dan Sultan Abu Nasir Abdul Kohar atau yang dikenal sebagai Sultan Haji, dan Sultan Abul Mufakhir Muhammad Aliyudin, dan Sultan Ageng Tirtayasa.

Setiap tahunnya, ribuan orang biasanya datang ke masjid Agung Banten untuk melakukan ziarah. Setiap hari libur, para peziarah datang mendoakan Sultan Maulana Hasanuddin atau ke makam-makam di komplek masjid. Khusus di malam Jumat, biasanya akan lebih ramai orang akan datang ke sini.

Pengurus kenadziran Masjid Agung Banten, Tb. Abbas Wasse mengatakan kegiatan di masjid ini relatif sepi bila memasuki bulan puasa. Namun, ketika memasuki bulan sawal, ribuan orang selalu datang untuk berziarah ke makam sultan. Memasuki hari ke-29 di bulan Ramadan, warga juga akan datang ke Masjid Agung karena bertepatan dengan khaul Sultan Maulana Hasanuddin.

"Di situ nanti ada khataman Alquran 30 juz," katanya saat ditemui detikcom, Senin (29/5/2017).

Menurutnya, ada beberapa ciri khas masjid Agung Banten yang memiliki makna tersendiri. Menara yang berada di depan masjid merupakan lambang huruf Alif dengan maksud Islam. Menara itu digunakan pada jaman dahulu sebagai tempat melakukan adzan. Sedangkan tiang yang totalnya ada 24 menandakan satu hari 24 jam.

Melihat Masjid Agung Banten Lama yang Didirikan Sultan MaulanaFoto: Masjid Agung Banten Lama (Bahtiar-detikcom)


Selain itu, masjid Agung Banten juga memiliki pintu yang relatif pendek. Itu menurut Abbas Wasse menandakan siapapun yang masuk ke masjid harus menunduk dan tidak boleh sombong di mata Allah.

"Kalau kita lihat itu pintu masuk masjid, kecil dan pendek, artinya ketika siapapun dia sudah masuk ke depan mesjid tidak melihat pangkat kedudukan, mau dia presiden, jendral dan siapapun," katanya.

Setiap hari, di kenadziran Masjid Agung Banten menyediakan kurang lebih 20 muzawwir atau orang yang membantu berdoa saat berziarah. Masing-masing 10 orang di bagian utara untuk komplek makam Sultan Maulana Hasanuddin dan 10 orang di selatan atau makam Sultan Abul Mufakhir Muhammad Aliyuddin.
(bri/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed