Nazar Bicara Lagi soal Pengarahan Saksi Hambalang di Cipinang

Nazar Bicara Lagi soal Pengarahan Saksi Hambalang di Cipinang

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 29 Mei 2017 13:07 WIB
Nazar Bicara Lagi soal Pengarahan Saksi Hambalang di Cipinang
M Nazaruddin (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Muhammad Nazaruddin menyebut ada beberapa orang yang memintanya bungkam terkait dengan kasus wisma atlet di Hambalang. Nazaruddin membenarkan ada upaya mengarahkan mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng sebagai tersangka.

"Saya waktu itu sama Wafid di Cipinang, kenal Deddy Kusdinar, kenal Bu Lisa itu semuanya di Cipinang. Pak Wafid, saya memang lagi teriak-teriak di media soal proyek Hambalang supaya diperiksa, saya ketemu Pak Wayan Koster, 'Sudah diamankan semua Pak Nazar, tolong diam saja'," kata Nazaruddin bersaksi untuk terdakwa Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2017).

Nazaruddin mengaku sempat ditawari uang Rp 10 miliar dari Wayan Koster agar tidak buka suara soal kasus Hambalang. Nazaruddin menolak uang tersebut karena dia ingin kasus itu terang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mau diberi uang Rp 10 miliar, saya nggak mau. Saya bendaharanya Mas Anas dan Permai. Karena sepakat uang untuk logistik politik. Saya sepakat mengatur (uang), tapi menerima tidak," tegas Nazar.

"Saya seolah-olah kok jadi saya semua. Saya meluruskan semuanya, saya hanya sebagai bendahara, benar saya yang mengambil uang menyalurkan ke sana. Itu posisi saya," urainya.

Penasihat hukum Choel kemudian menegaskan apakah ada pihak yang mengarahkan para saksi untuk memojokkan kakak Choel, Andi Mallarangeng. Nazaruddin membenarkan hal itu.

"Bahwa memang ada perbuatan untuk mengarahkan saksi supaya mengarah mengarahkan ke Andi Mallarangeng di Cipinang dari Pak Wafid Muharam," tanya penasihat hukum Choel.

"Semuanya dipanggilin semua setiap hari," ujar Nazaruddin. (ams/fdn)


Berita Terkait