Menurut Paulus Selamet (59) yang merupakan ayah kandung Chatarina, Tes DNA dilakukan atas permintaan penyidik guna mencocokkan dengan bercak darah yang ditemukan pada bagian dalam mobil Chatarina yang bernopol BG 1719 JA.
"Iya kemarin dihubungi sama penyidik, katanya suruh tes DNA menyesuaikan dengan darah yang ada di dalam mobil yang di pakai Asworo. Tadi saya cuman cek darah aja, tapi hasilnya belum tau," ujar Selamet kepada detikcom di RS Bhayangkara Palembang, Senin (29/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terakhir sama anak saya itu kan Asworo, tapi sampai saat ini kami gak tau dimana dia. Kalau bukan Asworo pelakunya siapa lagi?," sambung Selamet.
Martinus Asworo, merupakan calon suami Alumni S2 Universitas Gajah Mada (UGM) yang mayatnya ditemukan pada Kamis (11/5) lalu di semak-semak oleh pencari rumput. Asworo disebut-sebut oleh pihak keluarga menjadi kunci utama kematian Chatarina, termasuk hilangnya Asworo yang memberikan kejanggalan pada pihak keluarga.
Sementara itu Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono HB mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan dan telah berkoordinasi dengan Polda Sumsel untuk melakukan pencarian terhadap Asworo.
"Masih proses penyidikan, kita sudah koordinasi juga dengan Polda Sumsel untuk melakukan pencarian Asworo," ujar Wahyu singkat.
(rvk/jbr)











































