DetikNews
Minggu 28 Mei 2017, 23:00 WIB

MTI: Jangan Biarkan Rem Blong Jadi 'Teroris Jalanan'

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
MTI: Jangan Biarkan Rem Blong Jadi Teroris Jalanan Ilustrasi (Dok. Polres Cimahi)
Jakarta - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyesalkan kecelakaan tadi pagi di Medan yang disebabkan rem blong truk trailer. Bila dibiarkan, penyakit rem blong ini jadi 'teroris jalanan'.

"Jangan biarkan rem blong jadi teroris jalanan yg siap merenggut nyawa siapapun di jalan raya," ujar Direktur Eksekutif MTI, Deddy Herlambang saat berbincang dengan detikcom, Minggu (28/5/2017).

Solusinya, perusahaan angkutan barang sebaiknya disertifikasi seperti di Thailand. Kalu tidak, para sopir angkutan barang akan mengabaikan keselamatan. Hal ini harus meninjau bahkan merevisi kembali UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Teroris hanya bahaya laten sementara, sementara kecelakaan di jalan bukan laten lagi, karena bahaya rutinitas membunuh di jalan dengan cara tidak sengaja, tapi pembunuhan yang lalai antar semua stakeholder," cetusnya.

Baca juga: Truk Tabrak 5 Sepeda Motor di Medan, 3 Orang Tewas

Dia lantas melansir data, bahwa korban jiwa kecelakaan transportasi darat per tahun bisa mencapai 30 ribuan orang.

"30 Ribuan nyawa melayang sia-sia di jalan tiap tahun. Bandungkan dengan bom teroris yang jarang terjadi. Sekali terjadi, UU antiteroris langsung akan diselesaikan. Bagaimana tentang UU Angkutan Jalan yang setiap hari ada manusia mati terbunuh? Mengapa tak ada revisi UU nya segera dipercepat?," jelasnya.

"Mengapa selalu pengemudi menjadi sasarn utama kesalahan? Bagaimana mengenai pemilik bus atau truknya? Bagaimana rambu-rambunya, bagainaya infrastrukturnya? Apakah ada simulasi bagi pengmudi bila ada darurat rem blong? Karena manusia di jalan mejadi bumper rem blong. Segera revisi UU LLAJ," imbaunya.

Insiden fatal imbas rem blong terjadi pagi tadi di Medan, Sumatera Utara. Sebuah Truk trailer BK 9279 BT tiba-tiba nyelonong dan menabrak 5 unit sepeda motor yang sedang berhenti menunggu lampu merah di perempatan Jalan Ringroad persimpangan Jalan Amal, Medan, Minggu (28/5/2017) sekitar pukul 06.30 WIB. Dalam kejadian ini, 3 orang tewas dan 6 lainnya mengalami luka-luka.

Insiden lainnya imbas mobil rem blong terjadi pada Kamis, 25 Mei 2017 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Insiden ini diketahui setelah foto-foto viral 2 mobil pepet-pepetan di gardu tol. Hal ini ditegaskan Rahmat Akbar, Marcom PT Bosowa Marga Nusantara/ PT Jalan Toll Seksi IV.

Rahmat mengatakan insiden ini terjadi sekitar pukul 12.00 Wita, Kamis 25 Mei 2017 di lajur 01 loket Loket toll Biringkanaya, dari arah pintu masuk toll depan jalan keluar bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

MTI: Jangan Biarkan Rem Blong Jadi 'Teroris Jalanan' 2 Mobil pepet-pepetan di gardu tol, Makassar (Istimewa)


"Mobil pertama masuk lajur CR-V, tiba-tiba datang mobil Daihatsu Zebra masuk ke jalur yang sama, setelah diperiksa ternyata mobil Daihatsu mengalami rem blong," ujarnya saat dihubungi detikOto.

Satu lagi insiden yang disebabkan rem blong, yang tidak fatal terjadi pada Sabtu, 20 Mei 2017 lalu di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah truk menabrak sebuah mobil dan sepeda motor di Kota Kupang, NTT. Truk diduga mengalami rem blong. Peristiwa itu berawal saat truk melaju dari arah Bimoku menuju arah bundaran Penfui,Jalan Prof Yohanes, Kelurahan Penfui, Kota Kupang. Tiba-tiba truk mengalami rem blong dan menabrak mobil Innova dan sepeda motor Honda Vario. Sopir truk kemudian banting setir dan menabrak pohon.
(nwk/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed