Tak tanggung-tanggung, menurut salah satu perwakilan komunitas, Arif Rahman, hari ini meluncurkan petisi online di dalam laman charge.org, dengan judul 'Dukungan Terhadap Larangan dan Pembubaran Ormas dan Ajaran Anti Pancasila'.
"Kami hadir bersama-sama dengan teman-teman masyarakat dan elemen lainnya, memberikan dukungan terhadap Presiden Jokowi, Menko Polhukam, dan Polri, untuk melarang dan membubarkan ormas anti-Pancasila," ucap Arif di bilangan Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (28/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tetap ingin Pancasila menjadi ideologi dan falsafah kita. Pancasila dan NKRI itu harga mati," ungkap Arif.
Adapun, masih kata dia, petisi itu ditargetkan untuk memperoleh 1 juta suara. Hal ini, lanjutnya, dirasa pantas karena masih banyak di Indonesia ini yang menginginkan Pancasila tidak diutak-utik oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.
"Minimal target sejuta. Kita akan maksimalkan sosialisasi dan ini penting bagi bangsa kita. Kita juga akan bergerak ke elemen-elemen yang kita anggap mendukung juga," ujar Arif.
Deklarator dari Komunitas Cinta Pancasila dan NKRI ini adalah:
1. Arif Rahman: mantan aktivis 98, koordinator komunitas cinta pancasila dan NKRI
2. K.H Zainal Ahmad (Gus Zaini), Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia
3. Asep Saepudin Muhajir (Ponpes an nida islamiyah)
4. M. Fahmi Saefudin, Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab Indonesia
5. Ismail, Mahasiswa program Doktoral Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
6. K.H Bambang Irawan, pesantren Al Baghdadi
7. Gus Slamet, Komunitas forum Bale Kambang(forum aktivis solo raya)
8. Bismar P. S, aktivis alumni UI
9. Beny Syahputra, aktivis alumni UI
10. Rahmat, aktivis alumni Trisakti (zal/rvk)











































