"Bukan itu (penyebaran chat WhatsApp palsu) yang utama. Yang utama adalah konten SARA-nya," jelas Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polrj Brigjen Fadil Imran kepada detikcom, Minggu (28/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Postingannya di medsos mengandung konten yang dapat menimbulkan perasaan kebencian yang bernuansa SARA," ungkapnya.
Sebelumnya, beredar sebuah chat WhatsApp yang disebut-sebut antara Kapolri dengan Kombes Argo yang berisi soal kasus Firza Husein. Namun dapat dipastikan bahwa chatingan yang beredar itu adalah hoax alias bohong.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sebelumnya menyatakan bahwa chat tersebut adalah hoax. "Itu tidak benar, namanya, fotonya sangat berbeda," uhar Argo. (mei/rvk)











































