Semua berawal 3 bulan lalu. Seusai salat Jumat, ada 200 porsi makan siang plus lauk untuk kaum duafa. Menunya standar rumah makan.
"Karena ini memasuki bulan suci Ramadan, kita ganti untuk berbuka puasa dengan menyediakan 200 takjil saat berbuka dan 200 porsi nasi setelah solat magrib," ujar Ketua Umum Masjid Agung As-Salam Ibnu Amin kepada detikcom, Sabtu (27/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom |
Santapan gratis saat hari Jumat dan berbuka puasa selama Ramadan ini merupakan kolaborasi bersama Lembaga Amil Zakat, pengusaha, dan masyarakat Lubuklinggau. Ini untuk memperhatikan kehidupan kaum duafa yang berada di kota bekas pemekaran Kabupaten Musi Rawas dan berjarak 300 kilometer dari ibu kota Provinsi Sumsel, Palembang, ini.
Berbagai menu tersedia di sini, seperti ayam sambal, ikan laut, ikan mas, dan sayur, serta minuman, seperti cendol dan sejenisnya. Para duafa bebas memilih sesuai dengan selera.
Meskipun awalnya hanya sedikit, berkat antusiasme masyarakat sekitar dalam memberikan sumbangan dan infak di kantin tersebut, akhirnya pengurus masjid dan pemilik kantin dapat menambah jumlah porsi makan.
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom |
"Awalnya itu tidak sampai 200 setiap hari. Tapi kadang ada aja yang datang dan memberikan sumbangan dan banyaknya kaum duafa yang makan disini, jadi kita tambah sampai 200 porsi. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk terus bertambah," tutur Ibnu.
Saat memasuki atau keluar dari masjid, akan terlihat jelas banner bertuliskan 'Kantin Dhuafa Gratis Masjid As-Salam', yang terpampang jelas di depan kantin berwarna hijau ini. Bahkan pengurus masjid dan pemilik kantin yang ramah juga akan memberikan senyum manis.
Biasanya, seusai salat Jumat, akan ada silih berganti masyarakat yang makan di tempat tersebut. Mulai dari tukang becak, fakir miskin, petugas kebersihan, hingga anak yatim-piatu.
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom |
Pada saat Ramadan seperti ini, pengurus masjid dan pihak kantin sepakat tetap memberikan 200 porsi hidangan takjil dan menu berbuka puasa bagi kaum duafa. Ini juga diberikan secara gratis selama satu bulan ke depan.
Di masjid ini, masyarakat Lubuklinggau juga dapat menikmati sore menjelang berbuka puasa dengan naik ke puncak masjid setinggi 40 meter menggunakan lift dengan melihat pemandangan Kota Lubuklinggau dan Bukit Sulap dari ketinggian. (try/try)












































Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom