ADVERTISEMENT

Ini Alasan Corby Dideportasi ke Australia

Dhani Irawan - detikNews
Sabtu, 27 Mei 2017 14:34 WIB
Schapelle Corby (Reuters/Murdani Usman/Files)
Jakarta - Schapelle Corby akan dideportasi hari ini. Dia akan dideportasi ke negara asalnya, Australia.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno mengatakan Corby dideportasi karena telah selesai menjalani masa hukuman pidana. Corby merupakan terpidana kasus narkoba yang divonis 20 tahun penjara pada 27 Mei 2005 dan akhirnya mendapatkan grasi.

"Orang asing yang melakukan tindak pidana di Indonesia kemudian dikenakan hukuman pidana penjara itu kan telah melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. Setiap orang asing yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan bisa dikenai deportasi," ucap Agung ketika dihubungi detikcom, Sabtu (27/5/2017).

Selain itu, Agung menjelaskan, selama berada di tahanan, Corby tidak perlu memiliki izin tinggal. Kini Corby telah bebas dan harus dideportasi.

"Selama menjalani masa hukuman, secara keimigrasian mereka bebas, tidak perlu memiliki izin tinggal keimigrasian karena mereka kan dalam penjara. Ketika dia keluar dari dalam penjara, tentu dia harus ada izin karena waktu di dalam penjara dia bebas, ketika keluar dari penjara dia harus punya izin. Ketika dia keluar tidak punya izin itu, maka dia harus dideportasi. Soal dia punya izin (tinggal) atau tidak, dengan sendirinya gugur sudah semuanya karena sudah terkena pidana di awal," tutur Agung, merujuk pada aturan terkait itu, yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Nantinya, sebelum dideportasi, ada proses serah-terima terhadap Corby dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali, kepada Direktorat Jenderal Imigrasi. Proses serah-terima itu termasuk tes kesehatan dan administrasi.

Corby ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Oktober 2004. Dia kedapatan membawa 4,2 kg ganja.

PN Denpasar memvonis Corby hukuman 20 tahun penjara pada Mei 2005, kemudian dikurangi 15 tahun dalam pengadilan banding pada Oktober 2005. Kemudian, ketika kasasi, MA mengembalikan hukuman 20 tahun penjara pada 12 Januari 2006 dan diberi grasi Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada Mei 2012 sebanyak 5 tahun. Corby juga mendapatkan berbagai remisi. Selain itu, Corby mendapatkan pembebasan bersyarat pada 10 Februari 2014. (dhn/fdn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT