Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA Sumut, Mukhtar Amin Ahmadi mengatakan, harimau tersebut mati akibat luka terbuka dengan senjata tajam. Selain itu, pada bagian tubuh harimau jantan ini hilang beberapa bagian seperti alat kelamin, kulit bagian kening, kumis dan ujung ekor.
"Juga terdapat luka lama bekas jerat pada kedua kaki," kata Ahmadi di BBKSDA Sumut, Jumat (26/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun demikian, informasi ini masih kita selidiki apakah benar atau tidak, masih kita selidiki," ujar Ahmadi.
Sementara itu, Plt Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA Sumut, Herbert Aritonang mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif dari harimau yang diduga mati dibunuh ini.
"Motif diselidiki. Harimau dengan panjang 160 cm dan tinggi 68 cm ini pernah terkena jerat. Kemudian masuk ke perkampungan dengan kondisi lemah," kata Herbert. (rvk/dhn)











































