Hal itu dikatakan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Faik Fahmi di Pelabuhan Merak, Banten, saat meninjau persiapan arus mudik. Selama ini, kata Fahmi, persoalan yang muncul saat arus mudik ataupun libur Natal di Pelabuhan Merak adalah penumpukan penumpang, baik penumpang pejalan kaki maupun kendaraan.
"Jadi kita lagi melakukan banyak pembenahan, kita nggak mau persoalan di Merak itu ketika Natal-Tahun Baru, Lebaran, itu berulang terus kan selalu terjadi penumpukan jumlah penumpang, kendaraan di Pelabuhan Merak karena memang polanya kan masih manual. Mereka beli tiket di loket yang kita sediakan di sini," ujarnya, Jumat (26/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi melanjutkan, ke depan para penumpang yang tiba di Pelabuhan Merak ataupun Bakauheni adalah orang-orang yang sudah memiliki tiket. Sebab, permasalahan yang dihadapi di Pelabuhan Merak adalah penumpukan penumpang.
"Jadi orang yang di sini diharapkan mereka yang sudah membeli tiket tanpa harus mereka membeli di sini. Terkadang mereka menumpuk, yang berangkat 1 jam lagi dan 8 jam lagi mereka di sini ini yang menimbulkan kemacetan menimbulkan kepanikan karena antrean begitu panjang," katanya.
Pihaknya berharap, dengan diterapkannya sistem online, dalam pembelian tiket tidak terjadi penumpukan penumpang. Sementara itu, terkait dengan permasalahan lain, seperti waktu bongkar-muat kapal yang memakan waktu hingga 1 jam, Fahmi mengatakan akan melakukan pembenahan agar waktunya menjadi lebih singkat.
"Mudah-mudahan dengan pola ini, orang akan tahu, 'saya menyeberang jam 3 saya menyeberang jam 6', begitu. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, bisa berjalan dengan lancar dan ini tentu saja ini bukan usahanya ASDP, tetapi seluruh stakeholder yang ada di Pelabuhan Merak," ucapnya. (rvk/dhn)










































