JK: Teroris Lakukan Pembalasan ke Polisi

JK: Teroris Lakukan Pembalasan ke Polisi

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 26 Mei 2017 17:19 WIB
JK: Teroris Lakukan Pembalasan ke Polisi
Lokasi ledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menduga bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, merupakan upaya balas dendam kelompok teroris. Terkait dengan teror ini, JK meminta masyarakat tidak takut terhadap terorisme.

"Yang paling banyak korban polisi, baik yang tewas juga yang luka-luka. Itu artinya mungkin dia (teroris) ingin mengatakan bahwa karena yang paling banyak operasi polisi, maka ada pembalasan begitu," kata Wapres JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (26/5/2017).

Serangan terhadap aparat kepolisian bukan baru kali ini dilakukan oleh kelompok teroris. Beberapa serangan bom sebelumnya juga menargetkan polisi dan aparat keamanan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu, polisi harus, masyarakat dan polisi harus waspada, tapi ini tidak akan menggentarkan polisi," ujarnya.

Menurut JK, klaim ISIS terhadap aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Rabu (24/5), merupakan upaya kelompok teroris yang ingin menunjukkan pihaknya memiliki jaringan yang luas.

"(Kelompok teroris) ingin memperlihatkan dia punya jaringan luas," katanya.

"Teroris yang radikal biasanya punya hubungan-hubungan. Dia punya networking-nya ada, tapi kita tidak tahu. Itu nanti polisi yang akan menjelaskannya," ucap JK.

Ledakan di Terminal Kampung Melayu pada Rabu (24/5) mengakibatkan dua pelaku bom bunuh diri meninggal, yakni AS dan I. Selain itu, 3 anggota Polri gugur akibat ledakan bom saat bertugas mengawal pawai obor menjelang Ramadan.

Bom bunuh diri ini juga mengakibatkan 11 orang luka-luka. Enam korban luka di antaranya polisi, sedangkan 5 lainnya warga sipil.

Terkait denga teror tersebut, tim Densus 88 menangkap tiga orang, yakni WS, A, dan J, di Bandung pada Jumat (26/5) dini hari. Ditangkap juga pasangan suami-istri, H (35) dan IN (27), di Kampung Paledang, Kelurahan Suci Kaler, Garut.

(fiq/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads