"Ini untuk pengamanan bulan puasa sama lebaran sampai H+8," kata Djarot di Balai Kota, di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/5/2017).
Koordinasi ini dilakukan setelah adanya insiden bom di Kampung Melayu. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Djarot akan mengintensifkan keamanan di semua wilayah Jakarta, bahkan daerah penyangga pun akan ikut diprioritaskan hingga H+8 lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin ada bom itu kan juga membikin kita semakin intensif melakukan pengamanan, meskipun lebaran Jakarta akan lengang tapi bukan berarti kita lengah, justru saat lengah itu kita harus semakin intensif untuk amankan Jakarta," ucap Djarot.
"Termasuk daerah penyangga, H+8 di daerah penyangga. H-1 pasti, daerah penyangga juga kita amankan," ujarnya.
Pada Djarot, Wakapolda menuturkan meski polisi menjadi korban insiden di Kampung Melayu Rabu malam lalu (24/5), namun ini menjadi motivasi agar mereka semakin tangguh dan berani melawan terorisme dan radikalisme. Polisi juga akan semakin waspada akan hal-hal tidak terduga di bulan puasa ini.
"Tidak meningkat ya sama, tapi lebih waspada," ucap Wakapolda. (nth/rvk)











































