Ketum PPP Romi Sebut Tak Ada Logika Abang-Ijo di Jawa Timur

Ketum PPP Romi Sebut Tak Ada Logika Abang-Ijo di Jawa Timur

Rois Jajeli - detikNews
Jumat, 26 Mei 2017 14:52 WIB
Ketum PPP Romi Sebut Tak Ada Logika Abang-Ijo di Jawa Timur
Ketum PPP Romi (Foto: Rois Jajeli/detikcom)
Jakarta - Masyarakat Jawa Timur dikenal dengan abangan dan ijo. Abangan artinya merah atau identik dengan PDIP dikenal sebagai nasionalis. Sedangkan Ijo yang berarti hijau identik dengan religius atau NU. Sehingga, suara dukungan dari masyarakat abang-ijo dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur disebut sangat berpengaruh.

Namun, penilaian dan anggapan seperti itu dibantah oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi). Dia mengatakan, tidak ada logika abang-ijo di Jawa Timur.

"Dulu ketika Pak SBY berpasangan dengan Pak Boediono, orang menyoal. Masak Jawa-Jawa bisa menang. Apalagi sama-sama dari Jawa Timur-nya. Nyatanya, Pak SBY dan Boediono bisa menang (Pemilihan Presiden RI Tahun 2009)," kata Romi kepada wartawan usai memberikan kuliah umum 'Politik Islam di Tengah Perubahan' di auditorium kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Jumat (26/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Romi menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa didekte dalam menentukan dukungannya di pemilihan kepala daerah maupun presiden.

"Saya katakan tadi, selera masyarakat tidak bisa didikte. Jadi sekarang pandai-pandai saja membaca situasi melihat figur, bukan karena komunitasnya," terangnya.

Dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang, PPP tetap mendorong Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer untuk didapuk sebagai Calon Wakil Gubernur Jatim.

"Yang jelas, kami mendorong kader kami sebagai calon wakil gubernur. Tentu, Pak Musyafak adalah kader kami yang berpengalaman. Di DPRD kabupaten sudah berkali-kali. Sebagai anggota DPRD Provinsi juga sudah berkali-kali. Dan menjadi pimpinan partai politik di Jatim juga senior. Sehingga komunikasinya bagus dan luas," jelasnya.

Romi menegaskan, PPP tidak tergesa-gesa mengumumkan calon gubernur yang akan diusungnya. PPP tetap menjalin komunikasi dengan partai lainnya, termasuk dengan tokoh yang akan maju sebagai cagub yakni Gus Ipul.

"Kita sudah berkomunikasi dengan pimpinan partai baik di tingkat nasional maupun provinsi. Hampir semua saya ketemu (pimpinan parpol lainnya), termasuk bertemu dengan Cak Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar). Minggu lalu Gus Ipul juga sudah ketemu saya. Dan kita berkomunikasi dengan PAN, PKS dan partai lainnya," tuturnya.

PPP akan membuka pendaftaran calon gubernur dan calon wakil gubernur, usai lebaran 2017 nanti. Apakah tetap mengusung Gus Ipul yang sudah 'mendapat restu' dari para kiai.

"Kita masih menunggu, termasuk menunggu petunjuk dari para kiai. Kita lihat, tahun 2007, kami mengusung Bu Khofifah. Kemudian pada Tahun 2013, PKB mengusung Bu Khofifah. Dan pada saat itu, tokoh-tokoh NU yang maju tidak hanya satu orang saja," tandasnya. (roi/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini