RI Minta Timor Leste Jelaskan Bentrokan Warga di Perbatasan

RI Minta Timor Leste Jelaskan Bentrokan Warga di Perbatasan

- detikNews
Jumat, 29 Apr 2005 15:41 WIB
Jakarta - Pemerintah RI memandang serius bentrokan yang terjadi antara warga Timor Leste dan RI di perbatasan kedua negara. Timor Leste diminta menjelaskan masalah ini."Deplu telah menginstruksikan KBRI di Dili segera menghubungi pemerintah setempat dan meminta penjelasan terkait insiden tersebut," ungkap jurubicara Deplu Marty Natalegawa.Marty mengungkapkan hal itu kepada wartawan dalam press briefing di Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Jumat, (29/4/2005). Marty didampingi juru bicara Deplu lainnya Yuri Thamrin."Semoga ini tidak terjadi lagi agar tidak merusak hubungan kedua negara dan kita harus meredam dampaknya," lanjut Marty. Menurut Marty, insiden bentrokan yang terjadi Selasa, (26/4/2005) lalu, maupun kasus penembakan tentara RI oleh polisi Timor Leste merupakan masalah bilateral Indonesia dan Timor Leste. Kejadian itu tidak ada sangkut pautnya dengan peran misi PBB di Timor Leste.Menanggapi pernyataan komandan TNI di Kupang yang memboikot perjanjian perbatasan sampai insiden penembakan diselesaikan, Marty menilai hal itu sebagai ungkapan keprihatinan sang komandan atas insiden tersebut."Insiden ini merupakan masalah perbatasan yang sangat serius dan harus diselesaikan secepatnya. Itu (pernyataan boikot) mungkin merupakan ungkapan keprihatinan beliau atas insiden yang terjadi," katanya.Seperti diketahui, Selasa lalu terjadi insiden bentrokan yang melibatkan warga Distrik Oekusi Timor Leste dan warga Desa Sumsea, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.Bentrokan berawal dari perkelahian seorang warga Distrik Oekusi dan warga Desa Sumsea. Belum diketahui secara pasti apa penyebab perkelahian dua warga ini.Yang jelas, perkelahian itu kemudian merembet ke seluruh warga di Distrik Oekusi dan Desa Sumsea. Kedua wilayah ini memang hanya dibatasi sungai, di mana wilayah selatan masuk bagian Timor Leste dan wilayah Utara masuk kawasan RI. Sampai saat ini memang belum ada kesepakatan mengenai penetapan garis batas kedua negara.Sehingga tidak ada garis batas lain yang memisahkan Distrik Oekusi dan Desa Sumsea selain alur sungai tersebut, tidak ada kawat berduri atau pagar pembatas lainnya. Warga di kedua wilayah ini bisa berinteraksi bebas seperti layaknya tetangga desa. Sementara posko pengamanan jaraknya cukup jauh dari lokasi. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads