Horor Teror Bom di Dunia: dari Manchester hingga Kampung Melayu

Horor Teror Bom di Dunia: dari Manchester hingga Kampung Melayu

Niken Purnamasari - detikNews
Jumat, 26 Mei 2017 08:29 WIB
Horor Teror Bom di Dunia: dari Manchester hingga Kampung Melayu
Jakarta - Teror bom terjadi di sejumlah negara pada tahun 2017 ini. Aksi tersebut banyak menewaskan warga sipil hingga polisi. Warga dunia mengutuk keras aksi terorisme yang merenggut nyawa itu.

Seperti yang baru-baru saja terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pelaku melakukan bom bunuh diri di kawasan terminal bus. Mereka melakukan aksi tersebut pada Rabu (24/5) malam. Ada dua ledakan yang terjadi dan mengakibatkan tiga orang terluka serta 11 lainnya luka-luka.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan tersebut dikatakan Wakapolri Komjen Syafruddin sebagai teror yang menjadi fenomena global. "Ini kan fenomena global, sekarang mengenai terorisme dan radikalisme di manapun bukan hanya di Indonesia itu memang sasarannya anggota Polri. Ini fenomena global, kalau di Indonesia anggota Polri, anggota keamanan," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin kepada detikcom, Kamis (25/5/2017).

Disebut fenomena global sebab pola penyerangan dan sasaran sejumlah aksi teror terbilang cukup mirip. Biasanya pelaku melancarkan aksi di tempat maupun keramaian umum. Misalnya saja bom yang terjadi saat konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris. Pelaku menggunakan bom rakitan yang berdaya ledak tinggi.

Bukan cuma terminal dan arena konser saja yang menjadi incaran untuk aksi bom. Bahkan layanan publik rumah sakit tak luput menjadi lokasi aksi para pengebom.

detikcom merangkum aksi teror bom yang terjadi di sejumlah negara. Berikut ulasannya:

Bom di Terminal Kampung Melayu

Foto: Rengga Sancaya
Serangan bom di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur terjadi pada Rabu (24/5/2017) pukul 21.00 WIB dan 21.05 WIB. Ledakan menyebabkan tiga orang yang merupakan anggota kepolisian meninggal dunia.

Dua orang pelaku bom bunuh diri juga tewas dalam ledakan. Sementara 11 orang lainnya luka-luka dan masih dalam perawatan.

Polisi menduga aksi bom di terminal Kampung Melayu terkait dengan jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD). Hal itu terlihat dari pola serangan. "Ini patut diduga melihat pola, melihat jenis serpihan bomnya itu, kontennya dan komponennya itu sama dengan kelompok teror ISIS yang selama ini melakukan aksi di Indonesia," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/5/2017).

Bom di Konser Ariana Grande, Manchester

Ledakan di lokasi konser Ariana Grande. Foto: REUTERS/Jon Super
Ledakan bom terdengar di area luar konser Ariana Grande yang digelar di Manchester Arena, London pada Senin (22/5) waktu setempat. Ada 22 orang yang dinyatakan tewas dan 59 orang lainnya luka-luka.

Tujuh orang telah ditangkap Kepolisian Inggris terkait ledakan bom bunuh diri tersebut. Salah satu yang ditangkap berjenis kelamin perempuan.

"Malam ini, kami melakukan penggeledahan sebuah alamat di Nuneaton, Warwickshire, dan menangkap seorang pria," demikian pernyataan Kepolisian Manchester seperti dilansir AFP, Kamis (25/5/2017).

Pemuda Inggris bernama Salman Abedi (22) diyakini sebagai pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 22 orang, termasuk anak-anak itu. Abedi yang lahir di Manchester ini, diyakini tidak bertindak seorang diri. Kepolisian Inggris terus memburu orang-orang yang diduga terlibat aksi bom bunuh diri itu.

Ketujuh orang yang ditangkap, kebanyakan dibekuk polisi Inggris di dalam dan sekitar kota Manchester, yang ada di bagian barat laut Inggris.

Serangan di Kota Marawi Filipina

Foto: BBC World
Tentara Filipina menyerang pasukan yang diduga ISIS yang menduduki Marawi, pulau selatan Mindanao, Filipina. Baku tembak pun tak terhindarkan.

Dilansir Reuters, Selasa (23/5/2017), sedikitnya ada lima tentara Filipina terluka dalam baku tembak tersebut. Serangan ditujukkan pada 15 anggota ISIS yang tergabung dalam kelompok Maute, yang telah berjanji setia kepada ISIS di Timur Tengah.

Bentrokan pun masih berlangsung hingga malam hari waktu setempat. Juru bicara militer Letnan Kolonel Jo-ar Herrera mengatakan pasukan militer Filipina bertindak atas informasi bahwa seorang pemimpin kelompok pemberontak Abu Sayyaf bernama Isnilon Hapilon termasuk di antara militan yang bersembunyi di apartemen di Marawi.

Beberapa warga memutuskan meninggalkan Marawi saat pertempuran terjadi dan saat tentara memblokir jalan. Pejabat Filipina juga turut mendesak warga untuk menghindari penyebaran desas-desus bahwa pemberontak telah menyita rumah sakit.

Bom di Rumah Sakit Bangkok

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Ledakan bom mengguncang sebuah rumah sakit di Bangkok, Thailand. Sedikitnya 24 orang luka-luka akibat ledakan bom tersebut.

"Itu bom. Kami menemukan bagian-bagian yang digunakan untuk membuat bom," ujar Kamthorn Aucharoen, komandan tim persenjataan bahan peledak di Kepolisian Thailand seperti dikutip kantor berita Reuters, Senin (22/5/2017).

"Saat ini, otoritas sedang memeriksa kamera CCTV," imbuhnya.

Insiden ini terjadi bertepatan dengan peringatan tiga tahun kudeta militer tahun 2014.

Bom di Saint Petersburg Rusia

Foto: Rengga Sancaya
Bom meledak di stasiun kereta bawah tanah di Saint Petersburg, Rusia pada Senin (3/4/2017). Sebanyak 11 orang tewas karena bom tersebut 10 Nyawa melayang. Kabar selanjutnya menyusul sudah ada total 11 korban jiwa karena bom ini.

Ledakan terjadi di jalur kereta bawah tanah di antara Institut Teknologi dan Stasiun Vosstaniya Square. Para penyelidik mengatakan masinis tidak mengentikan laju keretanya di antara dua lokasi itu, sebuah keputusan yang bisa mempercepat proses evakuasi.

Otoritas Rusia mengklaim telah menggagalkan sejumlah serangan teror di sistem transportasi di Moskow. Beberapa dari mereka menduga ada jaringan teror.

Transportasi Rusia telah menjadi target teror pada waktu sebelumnya. Pada 2013, Rusia dihantam dua serangan bunuh diri di stasiun dan di sebuah bis listrik. Dinyatakannya 34 orang berhasil selamat dan menyalakan alarm ke petugas keamanan Olimpiade Musim Dingin.
Halaman 2 dari 6
(nkn/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads