Surat dari Buncit

Bagaimana detikcom Sangat Cepat Memberitakan Bom Kampung Melayu

Tim Redaksi - detikNews
Kamis, 25 Mei 2017 14:00 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - "Mengapa detikcom bisa begitu cepat dalam membuat berita? Baru saja ada peristiwa, eh sudah langsung muncul saja di detikcom."

"detikcom itu beritanya update setiap detik ya?"

"Bagaimana detikcom bisa update berita setiap detik?"

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sangat sering diajukan oleh orang-orang yang bertemu dengan wartawan detikcom, para pejabat, politisi, ataupun artis yang berkunjung ke detikcom, juga para mahasiswa yang melakukan wawancara tentang media online dan masih banyak lagi.

Namanya saja detikcom, tentu saja beritanya harus cepat bukan? Harus (diupayakan) detik ini juga, terutama bila beritanya sangat penting, seperti bencana, bom, atau peristiwa yang masyarakat harus segera tahu.

Prinsip "Mengapa harus menunggu besok? Detik ini juga!" kami pegang erat-erat. "Kamu itu wartawan detikcom, bukan jamcom, bukan hariancom. Cepat kalau bikin berita." Ujaran-ujaran seperti itu sudah mendarah daging dan menjadi sistem di detikcom dalam membuat berita secara cepat.

Maka misalnya, begitu detikcom mendapat informasi ada bom di Kampung Melayu, kami langsung bergerak cepat. Adalah seorang warga yang sedang melintas di lokasi memberi informasi kepada detikcom lewat aplikasi percakapan.

Kami tentu saja harus disiplin verifikasi. Meski sudah mengenal si pemberi informasi, kami tetap harus mencari bukti bahwa informasi tersebut valid. Kami terus melakukan proses verifikasi jurnalistik dan konfirmasi kepada petugas kepolisian. Dari proses verifikasi itu, detikcom dapat memastikan bahwa informasi ledakan itu benar adanya. Maka kami mantap melepas berita pertama, 'Ada Ledakan di Terminal Kampung Melayu, Warga Panik'. Bersamaan dengan itu, reporter langsung menuju lokasi.

Baca Juga: Ada Ledakan di Terminal Kampung Melayu, Warga Panik

Berita pendek yang dilepas pukul 21.05 WIB itu menjadi berita pembuka dari rangkaian pemberitaan running mengenai ledakan di Kampung Melayu ini. Peristiwa bom terjadi dua kali. Yang pertama sekitar pukul 21.00 WIB (beberapa netizen mem-posting kabar tentang bom beberapa menit sebelum pukul 21.00 WIB) dan yang kedua pukul 21.05 WIB.

Bagi redaksi detikcom (yang sudah terlatih membuat berita cepat selama 19 tahun), lima menit merupakan waktu yang cukup untuk mengambil data di lapangan, melakukan verifikasi, meramu berita, dan mengunggahnya di laman detikcom. Dan itu bukan hal yang susah. Aplikasi digital sangat membantu untuk mem-publish berita secara instan. Bila kita sudah mendapat data, dan data itu terbukti akurat, hanya dalam waktu sekejap berita itu bisa diunggah dan tersebar untuk diketahui pembaca.

Aplikasi itu juga membantu memberitakan peristiwa secara realtime. Saat itu juga, ketika peristiwa tersebut sedang terjadi, wartawan kami bisa langsung memberitakannya. detikcom sudah sangat sering menayangkan breaking news alias live secara video untuk mengabarkan sebuah berita yang sedang terjadi.

Jurnalisme online adalah jurnalisme dalam proses. Artinya, berita akan terus di-update dalam proses mendapatkan data selanjutnya. Maka, setelah berita pendek pertama, terus menyusul berita-berita selanjutnya. Dan begitu video kami sudah siap, kami menambahkan embed video pada berita pertama dan berita-berita selanjutnya.

Pembaca, detikcom akan terus berkomitmen menyajikan berita secara cepat tanpa mengabaikan akurasi. Sebab, kami tahu, itulah berita yang dibutuhkan pembaca, berita yang akurat dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Kecepatan (dan tentu saja akurasi) akan terus kami jaga dan pertahankan. Semoga detikcom tetap terus menjadi situs andalan Anda dalam mencari berita. Salam!

(iy/fjp)