Pedagang Sayur Blokir Jalan di Depan DPRD Palu
Jumat, 29 Apr 2005 14:41 WIB
Palu - Pedagang sayur keliling di Kota Palu, Sulawesi Tengah kembali menggelar unjuk rasa di DPRD Kota Palu. Sambil menyuarakan tuntutannya, mereka memblokir Jl. Moh. Hatta, Palu Timur, di depan gedung DPRD Palu. Para pedagang melakukan aksinya, Jumat (29/4/2005) sejak pukul 09.00 WITA. Mereka datang ke DPRD Palu, karena masih mendapat perlakuan kasar dari Satpol PP. Mereka juga masih diharuskan membeli sayur dagangannya di Pasar Petobo, Palu Selatan. Mereka menilai, DPRD Palu tidak serius merespons tuntutan mereka saat demo Senin (25/4/2005) lalu. Perlakuan pahit dari Satpol PP yang masih mereka terima sebagai bukti DPRD Palu tidak merespons tuntutan mereka dengan serius. Para pedagang datang dengan mengendarai sepeda motor dan sepeda pancal. Mereka tetap membawa pamflet seperti yang mereka bawa Senin (25/4/2005) lalu. Isinya tetap sama: "Kami pedagang sayur, bukan pedagang ganja, Perlakukan kami dengan adil, Bubarkan Satpol PP." Mereka dipimpin oleh Andi Dollah Masse, salah seorang pedagang sayur di Pasar Inpres, Palu Barat. Tuntutan mereka tetap sama, yakni agar mereka dibebaskan untuk membeli bahan sayur dagangannya di mana saja, utamanya di Pasar Inpres, Palu Barat. Kemudian, mereka juga meminta agar Satuan Polisi Pamong Praja tidak bertindak semena-mena kepada para pedagang sayur.Yang menarik, di puncak kejengkelan mereka, para pedagang sayur ini kemudian menghambur-hamburkan sayuran dagangan mereka di halaman Kantor DPRD Kota Palu dan di ruas jalan Mohammad Hatta yang sengaja diblokir Polisi untuk keamanan. Sampai berita ini dilaporkan, puluhan pedagang sayur masih bertahan dan memblokir Jalan Mohammad Hatta di depan Kantor DPRD Kota Palu. Mereka akan meninggalkan DPRD Palu setelah tuntutannya dipenuhi.
(asy/)











































