Korban Bom Kampung Melayu Bripda Taufan Sempat Izin Pulang Telat

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 25 Mei 2017 09:19 WIB
Bripda Taufan Tsunami, korban bom Kampung Melayu (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Pihak keluarga masih tak menyangka Bripda Taufan Tsunami menjadi salah satu korban meninggal dalam peristiwa bom Kampung Melayu. Sebelum pergi bertugas, Taufan sempat meminta izin pulang telat kepada orang tuanya.

"Iya memang tugasnya dia untuk piket giliran jaga sore, sampai pagi katanya. Cuma katanya pamitnya pulang terlambat," kata paman Taufan, Imam, saat ditemui di rumah duka di Keranggan Wetan, Jatirangga, Jatisampurna, Bekasi Barat, Kamis (25/5/2017).

Menurut Imam, Taufan dikenal di keluarga sebagai anak yang sopan dan ramah terhadap orang-orang di sekitarnya. Rencananya, jenazah Taufan akan dimakamkan di Pondok Ranggon.

"Insyaallah dimakamkan di Pondok Ranggon, karena minta dari orang tuanya supaya dekat," ujar Imam.

Baca juga: Rumah Duka Bripda Taufan Korban Bom Kampung Melayu Didatangi Pelayat

Korban Bom Kampung Melayu Bripda Taufan Sempat Izin Pulang TelatAyah Bripda Taufan (berbaju oranye) (Dwi Andayani/detikcom)
Taufan saat ini baru menginjak usia 23 tahun. Ia mengabdi sebagai anggota Polri sejak 3 tahun lalu.

"Dia tinggal di sini bareng keluarga, orang tua kandungnya di sini, SMP SMA-nya di sini. Dari sini daftarnya juga dari sini," tutur Imam.

Rencananya, beberapa saat lagi akan ada serah-terima jenazah dari satuan ke pihak keluarga. Terkait dengan upacara pemakaman Taufan, akan bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Bekasi Kota Kombes Hero Henrianto.

Selain Taufan, ada 2 polisi yang meninggal dalam peristiwa semalam. Keduanya adalah Ridho Setiawan dan Bripda Imam Gilang Adinata. (rna/imk)