Ayah Aim, Syaufani Solichin (74), menuturkan anak keempatnya itu mulai berjalan kaki menuju Mekkah dari rumahnya di Wonopringgo, Pekalongan, pada tanggal 28 Agustus 2016 sekitar pukul 22.00 WIB. Bekalnya tak seberapa, hanya beberapa lembar pakaian dan sedikit uang.
"Saya pasrahkan semuanya pada Gusti Allah, semoga sehat-sehat saja," ujar Solichin saat berbincang di rumahnya, Wonopringgo, Pekalongan, Rabu (24/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solichin bangga pada putranya. Dia juga menuturkan kisah Aim dengan ceria, dengan sesekali tertawa.
Setelah hampir satu tahun putranya berkelana, Solichin mendapat kabar Aim sudah tiba di Timur Tengah. Aim memang berniat mengelilingi negara-negara di Timur Tengah.
"Dia pamitnya selama dua tahun ke sana. Selain ke Mekkah, anak saya juga mau ke Mesir dengan jalan kaki," tutur Solichin.
Aim berjalan kaki ke Mekkah dengan niat naik haji. Dia melakukan persiapan selama tiga tahun, salah satunya dengan menjalani puasa daud. Kisahnya membuah heboh media sosial. Diceritakan dari satu akun ke akun lainnya. (bgk/tor)











































