Wasekjen Golkar: Mundur dari Posisi Gubernur, Ahok Sudah Legawa

Bisma Alief - detikNews
Rabu, 24 Mei 2017 18:15 WIB
Foto: Ilustrasi untuk Fokus Ahok Mundur (Zaki Alfaraby/detikcom)
Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah mengajukan permohonan pengunduran diri dari posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Partai Golkar sebagai salah satu parpol pengusung Ahok di Pilgub DKI 2017 mengatakan permohonan pengunduran diri tersebut memperlihatkan sikap legawa Ahok.

"Sikap Pak Ahok mengundurkan diri sebagai Gubernur menunjukkan bahwa beliau legawa atas jabatan yang diembannya, seiring dengan pencabutan memori banding keputusan pengadilan Jakarta Utara tersebut (memvonis Ahok 2 tahun penjara)," ujar Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily dalam keterangannya, Rabu (24/5/2017).

Menurut Ace, keputusan Ahok tersebut menunjukkan dirinya tidak perlu mempertahankan jabatan Gubernur DKI yang sebenarnya baru selesai pada bulan Oktober 2017 mendatang. Dia pun mengaku memahami keputusan Ahok yang menarik memori banding walaupun sebenarnya upaya hukum tetap dapat dilakukan.

"Bagi Pak Ahok, jabatan tak perlu dipertahankan walaupun sebenarnya upaya hukum dapat dilakukan," ujarnya.

Mantan sekretaris timses Ahok-Djarot pada Pilgub DKI 2017 itu juga mengatakan langkah Ahok yang mengundurkan diri dari posisi Gubernur DKI juga untuk menyudahi pro-kontra yang timbul usai Pilgub. Karena pro-kontra yang terjadi bukan hanya terjadi di Jakarta tapi juga terjadi di luar negeri.

"Pak Ahok ingin menyudahi pro-kontra pasca Pilkada DKI yang masih direspon secara beragam dan menimbulkan polemik tidak hanya di Jakarta tapi juga secara nasional, bahkan jadi sorotan internasional," tutupnya.

Ahok telah menyampaikan surat pengunduran dirinya ke Presiden Jokowi. Pengacara Ahok, I Wayan Sudirta, menyebut kliennya mundur karena tak ingin membebani Presiden.

"Iya betul sudah mengajukan surat pengunduran diri. Beliau mengajukan agar tidak membebani Presiden," ujar I Wayan saat dihubungi, hari ini. (bis/imk)