"Misi kami datang ke sini untuk menunjukkan kekuatan penuh dan juga misi penuh kedamaian," kata seorang teknisi mesin, Dmitri, di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakut, Rabu (24/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Dmitri mengatakan kapal ini hanya dipakai oleh Rusia. Dia tidak menyebutkan jumlah kapal yang dimiliki Negeri Beruang Merah.
"Saya tidak dapat menyebutkan jumlah pastinya, tapi ada banyak. Tak ada negara lain, kapal ini hanya digunakan oleh Rusia," ucap dia.
Hari ini, pihak Rusia membuka kesempatan kepada masyarakat umum untuk dapat melihat kapal ini lebih dekat. Tampak anak sekolah dan masyarakat umum yang berkunjung dalam tur selama sekitar 30 menit.
Dmitri menunjukkan ruangan dan alat-alat yang dipunyai kapal jenis penjelajah slava class ini. Di atas kapal ini, pengunjung bebas bertanya dan mengambil foto.
"Mari kita menuju bagian hidung kapal. Kalian dapat mengambil gambar keren dari sana," ucapnya.
Asops Danlantamal III Kolonel Laut Teddie Bernard mengatakan kunjungan kapal Vagyar ini merupakan kunjungan persahabatan. Dia mengatakan tidak ada kegiatan latihan militer bersama. Pihak Lantamal III hanya melakukan olahraga bersama dengan awak kapal.
"Kedatangannya hanya for visit saja. Kunjungan melaksanakan bekal ulang. Ini kunjungan persahabatan saja. Kalau kegiatan, hanya kegiatan persahabatan saja. Olahraga main voli dan sepak bola bersama," ujar Teddie.
"Tidak ada (latihan militer bersama). Kita bukan melakukan pakta pertahanan," katanya.
![]() |
Dia mengatakan kunjungan persahabatan ini adalah hal yang umum dalam angkatan laut. Kapal Republik Indonesia (KRI) pun kerap bersandar di dermaga negara sahabat.
"Kalau kapal Rusia, setahun bisa dua-tiga kali kunjungan. Dia biasa, kalau lagi ada misi ke mana. Misalnya lagi ada misi pengamanan ekonomi mereka, dia mampir ke sini. Kalau angkatan laut memang seperti itu. Kapal kita juga kan bersandar ke negara sahabat juga," tuturnya.
Kapal ini dibangun di Nikolayev North, Rusia. Kapal ini mulai diluncurkan pada 28 Agustus 1983 dan diresmikan pada 25 Desember 1989.
Kapal ini memiliki bobot kosong 9.531 ton dan menjadi seberat 11.647 ton saat diisi penuh. Dimensi kapal memiliki panjang 186,4 meter, lebar 20,8 meter, dan draf 8,4 meter.
Kapal berawak 476 kru ini dapat mencapai kecepatan maksimal 32 knot. Dia dapat menjelajah sejauh 10.000 mil laut atau 19.000 km.
Persenjataan yang dimiliki kapal ini di antaranya 16 peluncur rudal dengan jarak tempuh mencapai 450 km, peluncur misil, dan senapan diameter 130 mm. Selain itu, kapal ini mempunyai torpedo berdiameter 53 cm yang dapat menghancurkan kapal induk musuh. (jbr/idh)